Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Kreatif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Agustus 2019

PENDAFTARAN RUANGTERRAS#01



“To any entrepreneur: if you want to do it, do it now. If you don’t, you’re going to regret it.” ~Catherine Cook, co-founder of MyYearbook

RUANG TERRAS adalah Program Inkubasi Bisnis Untuk UMKM di Jawa Tengah - diinisiasi oleh UMKM Center Jawa Tengah-Dinas Kop UKM Jawa Tengah. Untuk Ruang Terras Angkatan #01, dibuka pendaftaran sampai Tanggal 7 Agustus 2019. Akan dipilih 15 UMKM Pemula sebagai TENANT yang akan diikusertakan pada Program Inkubasi Bisnis selama 4 Bulan Terhitung Mulai 15 Agustus 2019 - 15 Desember 2019. Untuk pendaftarannya silahkan klik...

Jumat, 12 Juli 2019

Yuk, kembangkan bisnis dengan HerVenture!



Saat ini Sekretariat Nasional Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (SekNas ASPPUK) dan Cherie Blair Foundation menginisiasi aplikasi belajar bisnis digital HerVenture untuk mendukung pengembangan bisnis, khususnya bisnis yang dijalankan oleh perempuan pelaku usaha mikro-kecil. Dengan aplikasi ini, para pelaku bisnis bisa belajar bisnis dimanapun dan kapanpun, tanpa terkendala tempat dan waktu. Aplikasi ini sangat mudah digunakan, baik secara online maupun offline.

Bagaimana cara membangun bisnis, Informasi produk, Bagaimana memasarkan produk, Bagaimana mengatur keuangan bisnis, dan berbagai kebutuhan pengembangan bisnis lainnya, sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha.

Minggu, 20 Januari 2019

6 Festival di Nusa Tenggara Timur yang Wajib Didatangi


“Nusa Tenggara Timur harus menjadi salah satu tujuan paling dicari di dunia, karena memiliki sifat yang unik dan budaya yang berbeda.” Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nai Soi


Untuk menarik lebih banyak wisatawan ke wilayah ini, Nusa Tenggara Timur juga mengadakan enam festival tahunan yang telah diakui oleh pemerintah provinsi. Berikut enam festival di Nusa Tenggara Timur tersebut:

1. Festival Berburu Paus Lembata
Festival ini merayakan penangkapan paus menggunakan alat-alat tradisional, yang secara teratur diadakan oleh orang-orang Lamalera di Kabupaten Lembata. Festival ini melambangkan kerja tim dan kesatuan para nelayan di daerah tersebut, dengan aturan tertentu yang membuat praktik ini ramah lingkungan. Hanya jenis paus tertentu yang diizinkan ditangkap dan alat yang digunakan terbatas pada yang tradisional.

Selasa, 30 Oktober 2018

Pelatihan Kewirausahaan Sosial 'WIRABANGSA'


IBEKA (Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) berkerja sama dengan KEMENKO PMK (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) akan mengadakan pelatihan kewirausahaan sosial yang bertujuan untuk merubah pola pikir pemuda-pemudi bangsa Indonesia agar menjadi wirausahawan sosial yang berkesadaran jiwa.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk saling berjejaring, berdiskusi, dan berkolaborasi sehingga diharapkan nantinya ada aksi nyata dari para peserta. Sasaran kegiatan ini adalah wirausahawan muda berusia 16-30 tahun.

Kamis, 20 September 2018

Forum BUMDes Indonesia: "Berbeda, Bekerjasama, untuk Kedaulatan Ekonomi Desa"



Deklarasi Mandeh

Kami, Forum Bumdes Indonesia, dari unsur dan wilayah yang berbeda-beda, bersepakat bekerjasama untuk memajukan ekonomi desa, lewat pembentukan penguatan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa. Untuk itu kami bertekad dan menyerukan langkah-langkah berikut:

  1. Penguatan kelembagaan, utamanya pengakuan status badan hukum Bumdes dan unit-unit usaha, sehingga setara atau disetarakan dengan badan usaha dan badan hukum publik yang berlaku di Indonesia, tanpa melupakan azas rekognisi dan subsidiaritas yang ada di UU Desa.
  2. Memberikan pedoman, media pembelajaran, pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk upaya peningkatan kapasitas SDM yang ada di desa dan Bumdes, serta memberikan perlindungan hukum untuk pelaku Bumdes. 

Kamis, 13 Juli 2017

BUMDes dan Ekonomi Kerakyatan


Desa-desa tampak mulai bergeliat dengan berbagai potensi yang dimilikinya. Di bawah pengelolaan badan usaha milik desa, sejumlah desa wisata bahkan telah membuat sebuah desa menjadi sangat mandiri. Tengoklah Desa Ponggok (Klaten) yang beromzet Rp 1,3 miliar per tahun, Desa Bleberan (Gunung Kidul) beromzet Rp 2 miliar per tahun, Desa Karang Duwur (Kebumen) beromzet Rp 1 miliar per tahun, atau Desa Kertayasa (Pangandaran) yang beromzet Rp 300 juta per tahun.

Beberapa desa di atas adalah contoh kecil dari desa-desa di pelosok Tanah Air yang mulai sadar memetakan potensi yang dimilikinya. Keberadaan dana desa punya andil besar dalam mendorong tumbuhnya badan usaha milik desa (BUMDes) di desa-desa. Dana desa yang terus mengalami peningkatan memang telah memberi harapan tersendiri bagi pembangunan di desa. Dari anggaran sebesar Rp 20,5 triliun pada 2015, kemudian Rp 47 triliun tahun 2016, dan pada 2017 dana desa meningkat menjadi Rp 60 triliun.

Selasa, 04 Juli 2017

Desa Jamu Nguter, Cetak Pengusaha Jamu Dari Gendongan Hingga Pabrikan


Melaju dari Sukoharjo menuju Wonogiri akan terlihat banyak toko jamu berjajar dan sejumlah gapura bertuliskan Desa Jamu. Dua hal tersebut menunjukkan telah sampai di Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, tempat tinggal ratusan produsen jamu. Berkat puluhan tahun warga Nguter memproduksi jamu, desa tersebut mengangkat nama Kabupaten Sukoharjo sebagai Kabupaten Jamu.

Warga Nguter turun temurun mewarisi resep dan cara membuat jamu tradisional. Dulu awalnya mereka menggendong botol-botol jamu dan menjajakannya berkeliling. Tak hanya di sekitar Desa Nguter, para penjual jamu gendong tersebut banyak yang akhirnya melancong ke kota besar, mengadu nasib sebagai penjual jamu.

Senin, 03 Juli 2017

Perempuan Usaha Kecil, antara ADA dan TIADA


Pengelolaan sumber daya alam menuju proses kemandirian pangan membutuhkan peran penting Perempuan Usaha Kecil (PUK) yang berada dari hulu hingga hilir. PUK berada dalam posisi meningkatkan ketersediaan pangan, mengembangkan diversifikasi dan kelembagaan pangan, serta mengembangkan usaha pangan, dimana produksi, reproduksi, dan konsumsi merupakan satu kesatuan mata rantai yang harus dijaga keberlangsungannya. Pengelolaan sumber daya alam erat kaitannya dengan kemandirian pangan.

Kesepakatan perdagangan bebas menjadi tantangan terbesar yang dihadapi oleh PUK dalam mengelola pangan menjadi usaha produktif yang berkelanjutan. Ironisnya lonjakan impor terjadi pada produk-produk konsumsi, seperti holtikultura, serta makanan dan minuman olahan. Benih lokal dan bahan baku lokal seperti jagung, kedelai bahkan singkong terancam keberadaannya karena kran impor yang dibuka selebar-lebarnya.  Gambaran nyata tersebut menyiratkan bahwa ada persoalan serius dalam pengelolaan  perekonomian di Indonesia. Implikasinya terhadap perekonomian rakyat semakin terpinggirkan, kedaulatannya terancam.

Minggu, 18 Desember 2016

10 Skill Sumber Daya Manusia yang Dibutuhkan di Masa Depan


Memasuki babak baru era revolusi industri keempat di tahun 2020 mendatang, menurut prediksi, muncul beberapa tren kecanggihan teknologi yang menggeser peran manusia, perkembangan media komunikasi yang begitu pesat, komunitas yang semakin besar, dan terhubungnya setiap manusia secara global di ranah digital.

Perkembangan teknologi ini akan mengubah cara kita hidup dan bekerja. Beberapa pekerjaan akan hilang dan akan muncul profesi baru yang bahkan saat ini tidak ada.
Seperti yang kita rasakan beberapa tahun belakangan ini, gempuran teknologi “memaksa” terjadinya pergeseran suatu media menyajikan berita, dari media cetak dan elektronik ke media online, hingga kini merambah ke linimasa.

Fenomena tersebut mau tak mau memaksa pelaku industri dan startup untuk terus berinovasi dan jeli melihat peluang pasar agar tidak sampai gulung tikar dan tetap berkembang.

Rabu, 09 November 2016

Lulusan ITB ini Raih Berbagai Penghargaan dari Jualan Beras


Terlahir di keluarga petani beras Garut, Andris Wijaya (37) sukses mencatatkan diri sebagai pengusaha muda di tanah air yang berhasil mengangkat citra beras garut hingga pasar mancanegara. Sepeninggal sang ayah, Almarhum H. Dedi Mulyadi yang sejak tahun 1974 memperkenalkan beras Garut, awalnya Andris sempat ragu ketika diminta sang ibu untuk pulang ke kampung halaman.

“Ketika diminta ibu pulang, saya sudah bekerja sebagai karyawan dengan gaji cukup lumayan. Tapi setelah saya pikir ada benarnya juga, karena sayang, ayah sudah membangun pabrik dengan susah payah, sementara setelah beliau meninggal dibiarkan vakum begitu saja,” kata Andris. Padahal ketika dipegang sang ayah, beras Garut sempat mengalami kejayaan dan bisa mengirimkan beras hingga 57 ton per hari ke Jakarta.

Tak ingin usaha keluarga itu berhenti begitu saja, sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, Andris pun membulatkan tekadnya untuk pulang ke kampung halaman dan meneruskan usaha penggilingan beras yang sudah dirintis sang ayah. Dengan latar belakang lulusan Diploma III Politeknik Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Energi, tentu tak mudah bagi Andris untuk banting stir menjadi penjual beras.

Selasa, 08 November 2016

Petualangan Hanum-Rangga Menjawab Tanya 'Apakah Muslim Penemu Amerika?'


Hanum dan Rangga baru saja menyelesaikan tugas dari Amerika dan hendak bertolak kembali ke Wina, Austria. Namun, nyatanya tugas kerja itu berbuah menjadi misi besar bagi keduanya. Bos Hanum menitipkan misi baru kepadanya: menelusuri jejak harta karun misterius para pelaut muslim Cina yang berlayar ke Amerika, jauh sebelum Columbus tiba sebagaimana tertulis dalam sejarah.

Ini misi yang sangat menarik dan tantangan baru bagi Hanum. Ia dan Rangga pun terbang dari New York ke San Fransisco untuk menyelesaikan misi tersebut. Tidak sendirian, Hanum mengajak sahabatnya Azima Hussein untuk terlibat karena Azima memiiki sumber terpercaya untuk menemukan bukti-bukti pelayaran muslim Cina ke benua Amerika tersebut.

Mesin Pencari Asli Indonesia, Bermisi Sosial Karya Mahasiswa UI


Berbagai macam permasalahan muncul dalam kehidupan kita sehari-hari. Beberapa dari kita bisa mengatasinya namun beberapa orang lain kesulitas untuk menyelesaikan masalahnya. Alasan kesulitan tersebut bermacam-macam bisa karena kemampuan tetapi juga karena hal klasik seperti kekurangan dana. Namun ternyata persoalan menghimpun dana berusaha dipecahkan oleh seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) lewat mesin pencari.

Pemuda itu bernama Azka Silmi yang telah mengamati bahwa kegiatan browsing atau melakukan pencarian adalah kegiatan yang sudah menjadi keseharian masyarakat utamanya masyarakat yang telah melek digital. Bahkan menurutnya itu telah menjadi gaya hidup.

"Kegiatan browsing sudah jadi keseharian. Bahkan bisa dibilang sudah jadi bagian dari gaya hidup. Terlebih di Indonesia sendiri," ujar Azka seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Menyesapi Filosofi dan Estetika Batik Nusantara

"Tak sekadar seni lukis di permukaan kain, motif batik memiliki makna yang mendalam, cerminan filosofi hidup masyarakat tempat ia tercipta..."


Tanggal 2 Oktober 2009 lalu, UNESCO telah menetapkan bahwa hari tersebut dan seterusnya adalah hari batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Di Indonesia sendiri, ini merupakan hari Batik Nasional. Tahukah Anda macam batik-batik Nusantara? Berikut ini adalah macam-macam batik nusantara.

1. Batik Yogyakarta
Batik ini merupakan batik yang digunakan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Batik ini memiliki tampilan warna dasar putih bersih. Motif-motif batik Yogyakarta bermacam-macam. Salah satunya adalah motif ceplok, grompol. Batik-batik Yogyakarta ini memiliki doa dan harapan bagi sang pemakai. Misalnya, dengan desain geometris yang berdasar pada pola bunga mawar atau bintang, ini melambangkan harapan baik bagi pengantin yang menggunakannya. Contoh lain adalah motif parang, keris, atau pedang yang melambangkan kewibawaan, kekuasaan, serta kebesaran pemakainya. Motif parang biasanya hanya digunakan oleh para raja serta keturunannya.

Senin, 07 November 2016

Terinspirasi Pedagang Pisang Aroma, Dian Raup Omzet Rp 80 Juta



Mengawali karir sebagai seorang karyawan bank swasta, awalnya Dian Aryanti (32) tak pernah menyangka dirinya bakal banting stir menjadi seorang pengusaha dan kini menekuni profesi barunya sebagai pelaku bisnis camilan pisang roll.

Setelah merasa jenuh dengan rutinitasnya sebagai karyawan bank, ibu satu anak ini akhirnya memutuskan resign dari jabatannya meski ia telah menekuni profesi tersebut selama kurang lebih 8 tahun lamanya. Langkah berat itu sengaja ia ambil karena Dian ingin lebih dekat dengan sang anak, dan tertantang untuk mencoba keluar dari zona nyaman.

Banyaknya waktu luang setelah jadi ibu rumah tangga, Dian manfaatkan untuk belajar membuat aneka makanan ringan. Saat itu Ia membuat camilan pisang roll setelah terinspirasi dari abang-abang pedagang pisang aroma di pinggir jalan.

Foodstartup Indonesia Temukan Pebisnis Kuliner, Pakar, dan Pemodal


Foodstartup Indonesia merupakan event yang digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, dimana pada event tersebut para pemula di industri kuliner bakal dipertemukan dengan professional di bidang kuliner, serta pemberi akses permodalan.

Untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, Foodstartup Indonesia 2016 ini rencananya akan diselenggarakan di Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 28 – 30 November 2016 di The Alana Yogyakarta Hotel & Covention Center. Event ini menjadi ajang pelatihan, pembekalan, validasi ide, mentorship, dan pitching sebagai persiapan tahap perkembangan berikutnya.

Pada event Foodstartup Indonesia 2016 ini akan disaring sekitar 50 foodstartup dari Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kriteria produk kuliner yang menarik, tentunya mengutamakan unsur kreativitas dan menggunakan unsur teknologi dalam pengolahan atau pemasarannya.

Minggu, 06 November 2016

Ponsel Mengandung Banyak Bakteri Lho!


PONSEL, seakan menjadi kebutuhan pokok saat ini. Hampir semua orang tak bisa melepas diri dari ponsel. Terlebih, saat terdapat berbagai macam ponsel canggih. Dimana, segala kebutuhan dapat didapat dengan mudah. Baik kebutuhan berupa informasi maupun hiburan. Meski begitu, di balik kecanggihan ponsel, ternyata hal lain yang cukup berbahaya. Apakah itu? Menurut penelitian, setiap satu inci persegi, perangkat mobile mengandung sekitar 25 ribu kuman.
 
Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa perangkat mobile merupakan salah satu benda yang tidak higienis. Bahkan perangkat mobile dianggap lebih kotor dibandingkan dudukan toilet sekalipun. Sebagian orang menyadari bahwa ponsel yang digunakan merupakan salah satu sarang kuman, akan tetapi diperkirakan tidak sedikit pula yang belum mengetahui informasi ini.

Senin, 17 Oktober 2016

The Highest Result of Tolerance is Respect and Social Relations


Oleh: dr. Gamal Albinsaid

Bismillahirrahmanirrahim...

Dua hari lalu, sebelum saya menerima penghargaan Empowering people Award dari Siemens di Jerman, salah seorang panitia mendatangi saya untuk menanyakan cara bersalaman diatas panggung karena pimpinan mereka adalah seorang wanita. Mereka menghormati ketika tahu saya tidak bersalaman dengan wanita karena tidak ingin bersentuhan dengan yang bukan muhrim saya. Saya cukup menempelkan kedua tangan saya, lalu menyapa mereka tanpa menyentuh tangannya. Mereka mengatur itu diatas panggung agar saya merasakan kenyamanan. Itulah toleransi.

Di perjalanan ke Inggris untuk kunjungan ke 15 perusahaan, pernah saya menaiki pesawat yang tidak menyediakan makanan halal. Setelah saya sampaikan kepada mereka saya hanya bisa makan makanan halal, mereka mencari sebuah mie instan yang memiliki label halal untuk saya. Itulah toleransi.

Minggu, 09 Oktober 2016

Lagu "Nasi Padang", Persembahan Pria Norwegia Ini untuk Indonesia

 
"And if you're a human, I would make you my wife..." ~ Audun Kvitland Rostad (Norwegia)

KOMPAS.com — Seorang pria Norwegia menciptakan sebuah lagu bertajuk "Nasi Padang".
Pria bernama Audun Kvitland Rostad itu mengunggah lagu tersebut di YouTube pada Selasa (4/10/2016).

Kabar tentang Kvitland, bule asal Norwegia yang bikin lagu berjudul “Nasi Padang”, makin viral di media sosial. Sebagai warga Indonesia, tentunya hal ini jadi satu kebanggaan tersendiri. Soalnya, makanan legendaris asal Sumatera Barat ini bakal lebih dikenal masyarakat Dunia.

Jauh sebelum populernya lagu “Nasi Padang”, Rendang (ikon masakan Padang) sudah lebih dulu dianggap sebagai salah satu makanan terenak di Dunia. Di Indonesia, lo bisa menemukan banyak rumah makan Padang yang tersebar di seluruh penjuru daerah. Di luar negeri sendiri masakan Padang juga sudah dikenal. Sayangnya, enggak gampang buat menemukan rumah makan Padang di luar negeri. Banyak bule yang suka main ke Indonesia hanya untuk menikmati kuliner Indonesia. Salah satunya ya masakan Padang. Menurut Kvitland, rasa masakan Padang yang khas bikin dia enggak bisa melupakan makanan tersebut.

Indonesia Ditargetkan Jadi Kiblat Wisata Halal Dunia pada 2019

 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan hal mustahil bagi Indonesia menjadi 'kiblat' untuk wisata halal dunia pada 2019. Hal ini karena Indonesia sudah memiliki syarat '3S'.

"Tekad Indonesia besar untuk menjadi destinasi wisata halal nomor satu dunia," ujar Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya dalam acara Malam Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 di Kementerian Pariwisata RI, beberapa waktu lalu. Indonesia akan menjadi kiblat pariwisata halal dunia pada 2019 mendatang.

Arief menjelaskan, halal tourism menjadi fokus Indonesia karena memiliki syarat 3S, yakni size, sustainable, dan spread. Pasar pariwisata halal di dunia sangat besar. Kurang lebih terdapat 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar di antaranya merupakan umat muslim. Sebanyak 60 persen penduduk muslim dunia merupakan orang dewasa berusia di bawah 30 tahun.

Rabu, 05 Oktober 2016

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan ala Merdi Sihombing

Liputan6.com, Jakarta Melalui peluncuran koleksi terbarunya di Grand Indonesia pada 26 Agustus 2016, Merdi Sihombing ikut terlibat dalam mendukung program pembangunan inklusif dan ramah lingkungan. Untuk pertama kalinya perancang busana Indonesia secara tunggal menciptakan koleksi fashion yang ramah lingkungan menurut standar tekstil internasional.
 
Dalam koleksi terbarunya kali ini, semua busana yang dibuat diproses dengan menggunakan cara-cara yang berkelanjutan, zat warna alami, bubuk pewarna ramah lingkungan, ekstrak cairan, dan serat organik.

Berkolaborasi dengan para penenun perempuan yang berasal dari 9 provinsi di Indonesia Merdi Sihombing menciptakan koleksi busana tenun yang berasal dari berbagai daerah etnik di Indonesia, seperti Samosir, Lombok, Sintang, Padang dan masih banyak lagi.