Tampilkan postingan dengan label Halal Traveller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halal Traveller. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2018

Pesona Nasi Goreng

Sejarah nasi goreng bermula dari sisa makanan semalam yang sayang jika terbuang. Ia menjadi salah satu penganan pilihan dari Indonesia.

 

LOUISA Johanna Theodora Wieteke van Dort kena imbas hubungan Indonesia-Belanda yang memanas akibat konflik Irian Barat pada 1957. Perempuan kelahiran Surabaya itu terpaksa angkat kaki dari tanah kelahirannya dan pulang ke negeri leluhurnya, Belanda.

Setibanya di Den Haag, Wieteke berkeluh kesah. Dia tak pernah menyangka iklim di Belanda begitu dingin. Namun yang paling buruk di sana adalah makanannya. Lebih buruk daripada makanan yang didapatnya dalam kapal selama perjalanan menuju Eropa.

“Benar-benar payah!” ungkap Wieteke merujuk makanan Belanda. “Beri saja aku nasi goreng dengan omelet (telur dadar),” demikian harapannya.


Selasa, 08 November 2016

Petualangan Hanum-Rangga Menjawab Tanya 'Apakah Muslim Penemu Amerika?'


Hanum dan Rangga baru saja menyelesaikan tugas dari Amerika dan hendak bertolak kembali ke Wina, Austria. Namun, nyatanya tugas kerja itu berbuah menjadi misi besar bagi keduanya. Bos Hanum menitipkan misi baru kepadanya: menelusuri jejak harta karun misterius para pelaut muslim Cina yang berlayar ke Amerika, jauh sebelum Columbus tiba sebagaimana tertulis dalam sejarah.

Ini misi yang sangat menarik dan tantangan baru bagi Hanum. Ia dan Rangga pun terbang dari New York ke San Fransisco untuk menyelesaikan misi tersebut. Tidak sendirian, Hanum mengajak sahabatnya Azima Hussein untuk terlibat karena Azima memiiki sumber terpercaya untuk menemukan bukti-bukti pelayaran muslim Cina ke benua Amerika tersebut.

Menyesapi Filosofi dan Estetika Batik Nusantara

"Tak sekadar seni lukis di permukaan kain, motif batik memiliki makna yang mendalam, cerminan filosofi hidup masyarakat tempat ia tercipta..."


Tanggal 2 Oktober 2009 lalu, UNESCO telah menetapkan bahwa hari tersebut dan seterusnya adalah hari batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Di Indonesia sendiri, ini merupakan hari Batik Nasional. Tahukah Anda macam batik-batik Nusantara? Berikut ini adalah macam-macam batik nusantara.

1. Batik Yogyakarta
Batik ini merupakan batik yang digunakan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Batik ini memiliki tampilan warna dasar putih bersih. Motif-motif batik Yogyakarta bermacam-macam. Salah satunya adalah motif ceplok, grompol. Batik-batik Yogyakarta ini memiliki doa dan harapan bagi sang pemakai. Misalnya, dengan desain geometris yang berdasar pada pola bunga mawar atau bintang, ini melambangkan harapan baik bagi pengantin yang menggunakannya. Contoh lain adalah motif parang, keris, atau pedang yang melambangkan kewibawaan, kekuasaan, serta kebesaran pemakainya. Motif parang biasanya hanya digunakan oleh para raja serta keturunannya.

Senin, 07 November 2016

Terinspirasi Pedagang Pisang Aroma, Dian Raup Omzet Rp 80 Juta



Mengawali karir sebagai seorang karyawan bank swasta, awalnya Dian Aryanti (32) tak pernah menyangka dirinya bakal banting stir menjadi seorang pengusaha dan kini menekuni profesi barunya sebagai pelaku bisnis camilan pisang roll.

Setelah merasa jenuh dengan rutinitasnya sebagai karyawan bank, ibu satu anak ini akhirnya memutuskan resign dari jabatannya meski ia telah menekuni profesi tersebut selama kurang lebih 8 tahun lamanya. Langkah berat itu sengaja ia ambil karena Dian ingin lebih dekat dengan sang anak, dan tertantang untuk mencoba keluar dari zona nyaman.

Banyaknya waktu luang setelah jadi ibu rumah tangga, Dian manfaatkan untuk belajar membuat aneka makanan ringan. Saat itu Ia membuat camilan pisang roll setelah terinspirasi dari abang-abang pedagang pisang aroma di pinggir jalan.

Foodstartup Indonesia Temukan Pebisnis Kuliner, Pakar, dan Pemodal


Foodstartup Indonesia merupakan event yang digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, dimana pada event tersebut para pemula di industri kuliner bakal dipertemukan dengan professional di bidang kuliner, serta pemberi akses permodalan.

Untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, Foodstartup Indonesia 2016 ini rencananya akan diselenggarakan di Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 28 – 30 November 2016 di The Alana Yogyakarta Hotel & Covention Center. Event ini menjadi ajang pelatihan, pembekalan, validasi ide, mentorship, dan pitching sebagai persiapan tahap perkembangan berikutnya.

Pada event Foodstartup Indonesia 2016 ini akan disaring sekitar 50 foodstartup dari Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kriteria produk kuliner yang menarik, tentunya mengutamakan unsur kreativitas dan menggunakan unsur teknologi dalam pengolahan atau pemasarannya.

Minggu, 09 Oktober 2016

Lagu "Nasi Padang", Persembahan Pria Norwegia Ini untuk Indonesia

 
"And if you're a human, I would make you my wife..." ~ Audun Kvitland Rostad (Norwegia)

KOMPAS.com — Seorang pria Norwegia menciptakan sebuah lagu bertajuk "Nasi Padang".
Pria bernama Audun Kvitland Rostad itu mengunggah lagu tersebut di YouTube pada Selasa (4/10/2016).

Kabar tentang Kvitland, bule asal Norwegia yang bikin lagu berjudul “Nasi Padang”, makin viral di media sosial. Sebagai warga Indonesia, tentunya hal ini jadi satu kebanggaan tersendiri. Soalnya, makanan legendaris asal Sumatera Barat ini bakal lebih dikenal masyarakat Dunia.

Jauh sebelum populernya lagu “Nasi Padang”, Rendang (ikon masakan Padang) sudah lebih dulu dianggap sebagai salah satu makanan terenak di Dunia. Di Indonesia, lo bisa menemukan banyak rumah makan Padang yang tersebar di seluruh penjuru daerah. Di luar negeri sendiri masakan Padang juga sudah dikenal. Sayangnya, enggak gampang buat menemukan rumah makan Padang di luar negeri. Banyak bule yang suka main ke Indonesia hanya untuk menikmati kuliner Indonesia. Salah satunya ya masakan Padang. Menurut Kvitland, rasa masakan Padang yang khas bikin dia enggak bisa melupakan makanan tersebut.

Indonesia Ditargetkan Jadi Kiblat Wisata Halal Dunia pada 2019

 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan hal mustahil bagi Indonesia menjadi 'kiblat' untuk wisata halal dunia pada 2019. Hal ini karena Indonesia sudah memiliki syarat '3S'.

"Tekad Indonesia besar untuk menjadi destinasi wisata halal nomor satu dunia," ujar Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya dalam acara Malam Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 di Kementerian Pariwisata RI, beberapa waktu lalu. Indonesia akan menjadi kiblat pariwisata halal dunia pada 2019 mendatang.

Arief menjelaskan, halal tourism menjadi fokus Indonesia karena memiliki syarat 3S, yakni size, sustainable, dan spread. Pasar pariwisata halal di dunia sangat besar. Kurang lebih terdapat 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar di antaranya merupakan umat muslim. Sebanyak 60 persen penduduk muslim dunia merupakan orang dewasa berusia di bawah 30 tahun.