Tampilkan postingan dengan label Indonesia Tangguh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Tangguh. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 April 2019
Koordinasi Multistakeholder (1)
Dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, terlebih dalam kondisi tanggap darurat bencana, koordinasi multistakeholder mutlak diperlukan. Melalui forum ini, sharing pengalaman, progress/capaian, peluang kolaborasi, tantangan, dan berbagai hal strategis lainnya pada saat proses implementasi program dari masing-masing pihak, baik pemerintah, swasta, maupun LSM/NGO (lokal/nasional/internasional) bisa terjadi dengan baik.
Melalui proses sharing inilah berbagai pembelajaran menarik (transfer knowledge) dari dan bagi masing-masing pihak sedang berlangsung. Selain itu, di forum ini setiap pihak juga bisa menyepakati dan merencanakan strategi bersama dalam pelaksanaan program masing-masing, sehingga tidak saling tumpang tindih serta saling melengkapi dan menguatkan, antar setiap program yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan. Harapannya, akselerasi proses dan capaian program akan bisa optimal, merata, dan tepat sasaran.
Minggu, 24 Maret 2019
PASIGALA Bangkit!
Program
Sulawesi Early Recovery Phase (ChildFund Alliance-YSKK-TRUE-LPBI NU)
Pada
hari Jumat 28 September, 2018 pukul 17.02 WIB (10: 02UTC) gempa berkekuatan 7,4
RS dan pusat gempa 10 km melanda timur laut Donggala, Sulawesi Tengah di pulau
Sulawesi. Ini diikuti oleh tsunami yang melanda pantai barat Sulawesi, pantai
Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala. Tsunami dan gempa bumi menyebabkan
korban signifikan dengan 2.045 melaporkan kematian dan lebih dari 10.679
terluka. Ada 82.775 pengungsi di lebih dari 147 pusat evakuasi.
Laporan terbaru dari Gubernur yang
dirilis oleh Pusat Data dan Informasi Provinsi Sulawesi Tengah (30 Januari
2019) mengkonfirmasi bahwa daerah-daerah yang terkena dampak gempa bumi,
tsunami, tanah longsor, dan likuifaksi mengalami kerusakan besar pada bangunan
dan infrastruktur. Diperkirakan kerusakan rumah mencapai 42.864 unit di Kota
Palu, 30.538 unit di Kabupaten Sigi, dan 21.453 unit di Kabupaten Donggala,
dengan total pengungsi mencapai 170.271 jiwa di 3 kab/kota tersebut. (Pusdatina 2019)
Dalam mendukung percepatan pemulihan di PASIGALA (Palu, Sigi, dan Donggala), terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi, Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) yang tergabung dalam ChildFund Alliance bersama dengan lembaga TRUE dan LPBI-NU dan mendapatkan dukungan dari AKH Jerman, akan melakukan program ‘Sulawesi Early Recovery Phase – Transitional Education and Livelihood for Women (Young Women and Mothers) in Micro Enterprises’ selama 6 bulan ke depan (Maret-Agustus 2019).
Dalam mendukung percepatan pemulihan di PASIGALA (Palu, Sigi, dan Donggala), terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi, Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) yang tergabung dalam ChildFund Alliance bersama dengan lembaga TRUE dan LPBI-NU dan mendapatkan dukungan dari AKH Jerman, akan melakukan program ‘Sulawesi Early Recovery Phase – Transitional Education and Livelihood for Women (Young Women and Mothers) in Micro Enterprises’ selama 6 bulan ke depan (Maret-Agustus 2019).
Minggu, 20 Januari 2019
Beasiswa S1 Aktivis Nusantara 2019 untuk 22 Kampus Indonesia
Melalui Seleksi Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) 2019, Dompet Dhuafa menyediakan 75 kursi beasiswa. Kandidat terpilih akan memperoleh beasiswa senilai Rp 800 ribu/bulan selama satu tahun. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk dukungan aktivitas mahasiswa. Selain dana beasiswa, juga tersedia fasilitas pengembangan diri berupa pelatihan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) sebulan, magang kemanusiaan di daerah 3T, executive mentoring dengan tokoh nasional dan daerah, pelatihan kepemimpinan dengan tokoh-tokoh inspiratif, bimbingan dari aktivis senior di masing-masing wilayah, serta jaringan nasional dan internasional. Selain itu diberikan pembinaan rutin setiap bulan dan wadah kontribusi di masing-masing wilayah.
6 Festival di Nusa Tenggara Timur yang Wajib Didatangi
“Nusa Tenggara Timur harus menjadi salah satu tujuan
paling dicari di dunia, karena memiliki sifat yang unik dan budaya yang
berbeda.” Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nai Soi
Untuk
menarik lebih banyak wisatawan ke wilayah ini, Nusa Tenggara Timur juga
mengadakan enam festival tahunan yang telah diakui oleh pemerintah
provinsi. Berikut enam festival di Nusa Tenggara Timur tersebut:
1. Festival Berburu Paus Lembata
Festival
ini merayakan penangkapan paus menggunakan alat-alat tradisional, yang
secara teratur diadakan oleh orang-orang Lamalera di Kabupaten Lembata.
Festival ini melambangkan kerja tim dan kesatuan para nelayan di daerah
tersebut, dengan aturan tertentu yang membuat praktik ini ramah
lingkungan. Hanya jenis paus tertentu yang diizinkan ditangkap dan alat
yang digunakan terbatas pada yang tradisional.
Pendaftaran Beasiswa Bazma Pertamina S1 di 14 PTN/PTS 2019
Buat Anda yang sedang kuliah S1 di salah satu dari 10 perguruan tinggi negeri maupun swasta (PTN/PTS) di bawah ini, peluang mendaftar Beasiswa Baituzzakah Pertamina (Bazma) 2019 kini dibuka untuk Anda. Kesempatan ditawarkan bagi mahasiswa yang memiliki semangat untuk tumbuh dan berkembang, namun memiliki keterbatasan dalam hal ekonomi. Manfaat yang diberikan cukup banyak. Selain dukungan biaya pendidikan juga diberikan pendampingan terhadap mahasiswa bersangkutan, berupa peningkatan softskill serta mengikuti kegiatan paguyuban scholars lintas kampus.
Target beasiswa Bazma Pertamina selain mahasiswa tersebut aktif di berbagai organisasi dan sukses di bidang akademik, penerima beasiswa Bazma Pertamina harus pula mengikuti program Tahfiz Quran dan program pengembangan diri lainnya.
Rincian manfaat yang diperoleh dari beasiswa Bazma Pertamina di
antaranya penggantian biaya pendidikan 3 tahun terakhir, bantuan biaya
hidup Rp 650 ribu per bulan, program pengembangan diri, dukungan untuk
tugas akhir yang terseleksi, serta berkesempatan menjadi sukarelawan di
Yayasan Bazma Pertamina. Selain itu nantinya para penerima beasiswa juga
akan mengikuti pertemuan tahunan scholars Bazma Pertamina se-Indonesia.
Senin, 22 Oktober 2018
Gempa, Tsunami, Likuifaksi, dan Revolusi Kurikulum
Bencana gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah tidak hanya meninggalkan jejak duka mendalam, tetapi sekaligus seharusnya mengingatkan kita kembali betapa materi atau kurikulum pendidikan harus direvolusi, berubah orientasi dari pengetahuan yang sebagian tidak jelas tujuannya menjadi pengajaran ilmu aplikatif, dan jelas manfaatnya dalam kehidupan. Ungkapan saya mungkin terdengar lancang, tapi bukan tanpa alasan. Indonesia membutuhkan perubahan sesegera mungkin dan tidak boleh ditunda terkait pendidikan.
Sebelum membahas lebih lanjut, izinkan saya kembali pada memori tsunami di Aceh. Saat itu, menurut cerita suami yang bertugas di sana, seorang jurnalis dari stasiun televisi NHK Jepang yang ditemui menyimpulkan betapa sebagian besar masyarakat Aceh sama sekali tidak tahu apa pun tentang tsunami. Sebagian lagi bahkan baru pertama kali dalam hidup mendengar istilah tsunami.
Kamis, 18 Oktober 2018
Ada Gempa? Jangan Lari!
A1. Apa yang harus kita lakukan saat terjadi gempa? "Drop, Cover, Hold on"
Saat terasa guncangan gempa jangan panik dan jangan terburu-buru berlari.
Saat terasa guncangan gempa jangan panik dan jangan terburu-buru berlari.
- Segera lakukan DROP atau berlutut. Tindakan ini akan membuat posisi tubuh kita lebih seimbang sehingga guncangan gempa tidak mudah menjatuhkan kita ke lantai. Posisi tubuh yang lebih seimbang juga memudahkan kita untuk mencari perlindungan.
- Kemudian COVER atau lindungi kepala dan lehermu. Jika kamu berada dekat meja atau benda lain, merangkaklah masuk ke dalamnya sehingga kamu terlindung dari benda-benda yang berjatuhan. Bagi pengguna kursi roda, rem kursi rodamu, tetap merunduk dan lindungi kepala.
- Setelahnya lakukan HOLD ON atau menunggu hingga guncangan gempa benar-benar berhenti. Jika kamu berlindung di bawah meja, berpeganganlah pada kaki meja sehingga meja tidak mudah bergeser. Tunggu sampai guncangan gempa benar-benar berhenti.
Kamis, 04 Oktober 2018
Update Terbaru (03 Oktober 2018) Gempa dan Tsunami Palu-Donggala
Rangkaian gempa bumi dengan magnitudo hingga 7,4 mengguncang
Sulawesi Tengah dan menimbulkan tsunami di perairan Palu dan sekitarnya, Jumat
(28/9/2018). Berbagai bangunan, seperti rumah warga, pusat perbelanjaan, hotel,
rumah sakit, dan bangunan lainnya rusak parah, ambruk sebagian atau seluruhnya
dan tersapu gelombang. Jembatan Ponulele yang menjadi ikon Kota Palu roboh
setelah diterjang gelombang tsunami. Sementara itu, jalur trans Palu-Poso-Makasar
tertutup longsor.
Ratusan orang meninggal dunia. Masih banyak yang hilang dan
belum ditemukan. Puluhan hingga ratusan orang diperkirakan belum dievakuasi
dari reruntuhan bangunan. Sementara itu ribuan orang mengungsi karena kehilangan
tempat tinggal. Mereka kekurangan makanan dan pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak).
Langganan:
Postingan (Atom)






