Inilah Hukum Alam...
Tampilkan postingan dengan label Life is a Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life is a Journey. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Mei 2020
Filosofi Sumur
Inilah Hukum Alam...
Selasa, 11 Februari 2020
Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya
Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi, tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.
Total empat bulan.
Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? Tidak!. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.
Rabu, 22 Januari 2020
Bukan Sekadar Bahan Bacaan, Buku Mampu Pengaruhi Perilaku Sosial Anda
Studi ini melibatkan 123 partisipan yang diuji berdasarkan kemampuan interpersonal—termasuk toleransi pada perasaan orang lain—dan perilaku adaptif dalam menolong orang lain. Hasilnya? Mereka yang hobi membaca buku memiliki empati yang tinggi dan beretika lebih baik dibandingkan dengan mereka yang gemar menonton televisi.
Penelitian tersebut bahkan menguraikan bahwa orang-orang yang senang menghabiskan waktu dengan menonton televisi, kurang bersahabat dan kurang mau memahami lingkungan sekitarnya. Namun, kesimpulan ini tidak berlaku bagi semua orang yang hobi membaca buku. Sebab, pilihan buku yang Anda baca juga memiliki peran dan pengaruh dalam membentuk karakter emosional. Selain itu, penggemar buku fiksi memperlihatkan perilaku sosial yang lebih positif, dan penggemar buku novel romantis memiliki empati yang tinggi.
Rabu, 08 Januari 2020
Sesekali Ikutlah Jadi Relawan, Biar Kamu Semakin Mengerti Apa Arti Kemanusiaan
Dunia kerelawanan sangat erat dengan kata kemanusiaan. Karena relawan bukan hanya karena pelakunya adalah para manusia, melainkan sikap mereka yang
benar benar menjadi seorang manusia sesungguhnya. Tidak ada pandangan
yang membedakan siapa yang mesti ditolong ataupun mempertimbangkan latar
belakang seseorang, tetapi murni melihat sebagai sesama makhluk Tuhan.
Hal ini tak hanya sebagai pengasah rasa empati kita, tetapi dengan terjun dalam dunia kerelawanan kita bisa lebih banyak belajar hal dari setiap tempat, orang, situasi yang umunya lebih susah daripada yang ktia hadapi sekarang. Beberapa hal yang akan membuatmu merasa bahwa dunia relawan setidaknya diikuti sekali dalam masa hidupmu. Yuk sama-sama diresapi, sebab Indonesia butuh lulusan dari orang-orang berjiwa kemanusiaan seperti ini.
Hal ini tak hanya sebagai pengasah rasa empati kita, tetapi dengan terjun dalam dunia kerelawanan kita bisa lebih banyak belajar hal dari setiap tempat, orang, situasi yang umunya lebih susah daripada yang ktia hadapi sekarang. Beberapa hal yang akan membuatmu merasa bahwa dunia relawan setidaknya diikuti sekali dalam masa hidupmu. Yuk sama-sama diresapi, sebab Indonesia butuh lulusan dari orang-orang berjiwa kemanusiaan seperti ini.
Label:
Alam Lestari,
Ayo Lebih Baik,
Bencana Alam,
Emergency,
Fasilitator,
Life is a Journey,
Peduli Adalah Solusi,
Recovery,
Relawan Kemanusiaan,
Tangguh Bencana
Minggu, 04 Agustus 2019
Pendaftaran Beasiswa ETOS.ID Tahun 2019
Kabar baik bagi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah S1 di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri tahun ini. Beasiswa Etos ID 2019 dari Dhompet Dhuafa kembali dibuka. Beasiswa Etos ID merupakan nama baru dari Beastudi Etos yang menyediakan bantuan studi bagi para mahasiswa di sejumlah PTN mitra Etos ID, terutama bagi mereka dari keluarga kurang mampu.
Beasiswa Etos ID 2019
dibuka untuk mahasiswa di PTN rekomendasi Dompet Dhuafa di 2019,
khususnya mahasiswa semester 2 akhir. Total ada 12 PTN yang tersebar di
sejumlah wilayah Indonesia. Pendaftaran Beasiswa Etos ID sendiri dimulai
1 Agustus 2019.
Apa saja fasilitas yang disediakan Beasiswa Etos ID? Penerima beasiswa
nantinya akan memperoleh support aktivitas bulanan (uang saku) selama 6
semester, bantuan biaya pendidikan (UKT) selama 6 semester, pembinaan
berasrama (1 tahun), peningkatan kemampuan bahasa asing (Arab dan B.
Inggris), pendampingan mentor (akademik dan organisasi), pembekalan
fisik (bela diri), training pengembangan diri, dan juga persiapan karir.
Minggu, 20 Januari 2019
Beasiswa S1 Aktivis Nusantara 2019 untuk 22 Kampus Indonesia
Melalui Seleksi Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) 2019, Dompet Dhuafa menyediakan 75 kursi beasiswa. Kandidat terpilih akan memperoleh beasiswa senilai Rp 800 ribu/bulan selama satu tahun. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk dukungan aktivitas mahasiswa. Selain dana beasiswa, juga tersedia fasilitas pengembangan diri berupa pelatihan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) sebulan, magang kemanusiaan di daerah 3T, executive mentoring dengan tokoh nasional dan daerah, pelatihan kepemimpinan dengan tokoh-tokoh inspiratif, bimbingan dari aktivis senior di masing-masing wilayah, serta jaringan nasional dan internasional. Selain itu diberikan pembinaan rutin setiap bulan dan wadah kontribusi di masing-masing wilayah.
6 Festival di Nusa Tenggara Timur yang Wajib Didatangi
“Nusa Tenggara Timur harus menjadi salah satu tujuan
paling dicari di dunia, karena memiliki sifat yang unik dan budaya yang
berbeda.” Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nai Soi
Untuk
menarik lebih banyak wisatawan ke wilayah ini, Nusa Tenggara Timur juga
mengadakan enam festival tahunan yang telah diakui oleh pemerintah
provinsi. Berikut enam festival di Nusa Tenggara Timur tersebut:
1. Festival Berburu Paus Lembata
Festival
ini merayakan penangkapan paus menggunakan alat-alat tradisional, yang
secara teratur diadakan oleh orang-orang Lamalera di Kabupaten Lembata.
Festival ini melambangkan kerja tim dan kesatuan para nelayan di daerah
tersebut, dengan aturan tertentu yang membuat praktik ini ramah
lingkungan. Hanya jenis paus tertentu yang diizinkan ditangkap dan alat
yang digunakan terbatas pada yang tradisional.
Pendaftaran Beasiswa Bazma Pertamina S1 di 14 PTN/PTS 2019
Buat Anda yang sedang kuliah S1 di salah satu dari 10 perguruan tinggi negeri maupun swasta (PTN/PTS) di bawah ini, peluang mendaftar Beasiswa Baituzzakah Pertamina (Bazma) 2019 kini dibuka untuk Anda. Kesempatan ditawarkan bagi mahasiswa yang memiliki semangat untuk tumbuh dan berkembang, namun memiliki keterbatasan dalam hal ekonomi. Manfaat yang diberikan cukup banyak. Selain dukungan biaya pendidikan juga diberikan pendampingan terhadap mahasiswa bersangkutan, berupa peningkatan softskill serta mengikuti kegiatan paguyuban scholars lintas kampus.
Target beasiswa Bazma Pertamina selain mahasiswa tersebut aktif di berbagai organisasi dan sukses di bidang akademik, penerima beasiswa Bazma Pertamina harus pula mengikuti program Tahfiz Quran dan program pengembangan diri lainnya.
Rincian manfaat yang diperoleh dari beasiswa Bazma Pertamina di
antaranya penggantian biaya pendidikan 3 tahun terakhir, bantuan biaya
hidup Rp 650 ribu per bulan, program pengembangan diri, dukungan untuk
tugas akhir yang terseleksi, serta berkesempatan menjadi sukarelawan di
Yayasan Bazma Pertamina. Selain itu nantinya para penerima beasiswa juga
akan mengikuti pertemuan tahunan scholars Bazma Pertamina se-Indonesia.
Rabu, 19 September 2018
Pesona Nasi Goreng
Sejarah nasi goreng bermula dari sisa makanan semalam yang sayang jika terbuang. Ia menjadi salah satu penganan pilihan dari Indonesia.
LOUISA Johanna Theodora Wieteke van Dort kena imbas hubungan Indonesia-Belanda yang memanas akibat konflik Irian Barat pada 1957. Perempuan kelahiran Surabaya itu terpaksa angkat kaki dari tanah kelahirannya dan pulang ke negeri leluhurnya, Belanda.
Setibanya di Den Haag, Wieteke berkeluh kesah. Dia tak pernah menyangka iklim di Belanda begitu dingin. Namun yang paling buruk di sana adalah makanannya. Lebih buruk daripada makanan yang didapatnya dalam kapal selama perjalanan menuju Eropa.
“Benar-benar payah!” ungkap Wieteke merujuk makanan Belanda. “Beri saja aku nasi goreng dengan omelet (telur dadar),” demikian harapannya.
Rabu, 13 Desember 2017
Kisah Sumur Raumah dan Kemurahan Hati Sahabat Nabi
Dream - Begitu banyak tempat dan bangunan di Arab Saudi menjadi saksi sejarah kehidupan masyarakat pada masa nabi dan rasul. Salah satu di antaranya adalah sumur Raumah. Keberadaan Raumah memang tak menjadi sorotan banyak orang layaknya peninggalan-peninggalan bersejarah lain, seperti Masjid Al Haram, Masjid Nabawi, atau Kompleks Pemakaman Junnat Al Baqi. Namun ternyata, di balik sumur ini tersimpan kisah menarik seputar kedermawanan sahabat Rasulullah SAW, Khalifah Utsman bin Affan.
Sumur Raumah merupakan salah satu peninggalan sejarah masa
Khalifah Utsman bin Affan RA. Sumber air ini berada tepat di sebelah
Masjid Qiblatain, Madinah, Arab Saudi. Dahulu, masjid ini dimiliki oleh seorang Yahudi.
Dikisahkan, pada masa itu Rasulullah dan kaum Muhajirin tengah berada di
kota Madinah. Kala itu Madinah sedang dalam kondisi paceklik. Masyarakatnya sulit mendapatkan air bersih, baik untuk minum maupun
berwudhu. Keadaaan ini tentu saja sangat menyulitkan kaum Muhajirin. Lantaran mereka terbiasa hidup dengan air zam-zam melimpah di Kota Mekah.
Satu-satunya sumber air yang bisa diandalkan saat itu
adalah sumur Raumah. Kondisi ini dimanfaatkan oleh si pemiliki sumur
untuk memperjualbelikan air miliknya. Masyarakat Madinah diwajibkan
membeli dan antre untuk mendapatkan air dari sumur Raumah. Mendengar hal itu, sahabat nabi yang
dermawan, Khalifah Utsman bin Affan berusaha membebaskan sumur tersebut
dari pemiliknya. Beliau mendatangi rumah pemilik sumur dan menawarnya
dengan harga yang tinggi.
Selasa, 12 Desember 2017
Filosofo Bersepeda
Yang suka sepeda dan menjiwai, tahu bener akan hal ini :
Ada tanjakan ada turunan …
Saat sedang menanjak, janganlah terlalu bernafsu mencapai
puncak. Atur nafas, atur tenaga, konstankan putaran. supaya efektif
mencapai puncak dan konsentrasi tetap ada untuk menghadapi turunan.
Saat sedang menurun, janganlah kaget hingga terlalu cepat menarik rem, kamu akan terjungkal dan makin terpuruk.
Ikuti alur jalannya, seimbangkan remnya, ambil momentum putarannya, hingga saat kamu menanjak kamu tidak membuang tenaga.
Bersepeda itu bukan masalah jumlah kilometer. Tapi lebih pada menikmati setiap kayuhan untuk mendapatkan tiap kilometer itu.
Begitupula kehidupan. Hidup menarik bukan karena jumlah
umur, tapi bagaimana kita menikmati setiap detik untuk mendapatkan umur
tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)






