Rabu, 11 September 2019

Minyak Kelapa Murni, Alternatif Alami Kesehatan


Minyak kelapa murni adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar. Diambil minyaknya atau kernel-nya, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, dan tanpa tambahan bahan kimia.

Minyak kelapa terdiri dari bahan-bahan yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Mengandung lemak jenuh medium chain triglycerides (MCT) yang tinggi, dan juga mengandung asam laurat. Jenis lemak ini akan langsung digunakan oleh hati untuk menghasilkan energi.

Minggu, 01 September 2019

TENUNKOE Berdayakan Budaya Tenun Ikat Asal Kupang



Tenunkoe adalah usaha kerajinan yang dimulai pada 2015 sebagai sebuah gerakan pemberdayaan perempuan pengrajin tenun di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tujuan utama mengubah perempuan pengrajin tenun menjadi pengusaha tenun guna mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan. Varian produk yang disulap dari tenun ikat (tenun khas Kupang) ini dimulai dari tas, baju, sleeve laptop, dompet, hingga accessories.

Ide menyulap tenun menjadi komoditas ini pertama kali timbul ketika para pendiri Tenunkoe, melihat tenun ikat ini memiliki potensi untuk dijual. “Keresahan kami di awal, tenun itu menjadi simbol budaya. Karena kami adalah anak muda, kami berpikir bagaimana tenun bukan hanya menjadi simbol budaya namun juga menjadi produk yang memiliki nilai jual, dan juga meningkatkan kualitas hidup penenunnya sendiri,” jelasnya. Memasuki tahun keduanya ini, Iwan dan kawan-kawan telah berhasil menjaring hingga 160 penenun.

Minggu, 04 Agustus 2019

Pendaftaran Beasiswa ETOS.ID Tahun 2019

https://insan-sembada.blogspot.com/2019/08/beasiswa-etos-id-untuk-mahasiswa-s1-ini.html

Kabar baik bagi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah S1 di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri tahun ini. Beasiswa Etos ID 2019 dari Dhompet Dhuafa kembali dibuka. Beasiswa Etos ID merupakan nama baru dari Beastudi Etos yang menyediakan bantuan studi bagi para mahasiswa di sejumlah PTN mitra Etos ID, terutama bagi mereka dari keluarga kurang mampu.

Beasiswa Etos ID 2019 dibuka untuk mahasiswa di PTN rekomendasi Dompet Dhuafa di 2019, khususnya mahasiswa semester 2 akhir. Total ada 12 PTN yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Pendaftaran Beasiswa Etos ID sendiri dimulai 1 Agustus 2019.

Apa saja fasilitas yang disediakan Beasiswa Etos ID? Penerima beasiswa nantinya akan memperoleh support aktivitas bulanan (uang saku) selama 6 semester, bantuan biaya pendidikan (UKT) selama 6 semester, pembinaan berasrama (1 tahun), peningkatan kemampuan bahasa asing (Arab dan B. Inggris), pendampingan mentor (akademik dan organisasi), pembekalan fisik (bela diri), training pengembangan diri, dan juga persiapan karir.

PENDAFTARAN RUANGTERRAS#01



“To any entrepreneur: if you want to do it, do it now. If you don’t, you’re going to regret it.” ~Catherine Cook, co-founder of MyYearbook

RUANG TERRAS adalah Program Inkubasi Bisnis Untuk UMKM di Jawa Tengah - diinisiasi oleh UMKM Center Jawa Tengah-Dinas Kop UKM Jawa Tengah. Untuk Ruang Terras Angkatan #01, dibuka pendaftaran sampai Tanggal 7 Agustus 2019. Akan dipilih 15 UMKM Pemula sebagai TENANT yang akan diikusertakan pada Program Inkubasi Bisnis selama 4 Bulan Terhitung Mulai 15 Agustus 2019 - 15 Desember 2019. Untuk pendaftarannya silahkan klik...

Senin, 29 Juli 2019

Sudah Ramah Anakkah Lembaga PAUD Kita?

"Dari uji coba penilaian indeks Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilakukan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), sebagian besar PAUD di wilayah Kaupaten Sukoharjo ramah anak. Namun sayang para pendidik justru belum memahami hak-hak anak." ~25/07/2019


Sekitar 90 persen PAUD  sudah ramah anak, namun belum banyak pendidik memahami tentang hak-hak anak. Untuk itu YSKK mendorong pemerintah untuk menginisiasi program peningkatan kapasitas bagi pendidik, tenaga pendidik atau pengawas.

Hanya sekitar 13 persen pendidik paham soal itu.  Hak anak itu paling fundamental untuk mewujudkan PAUD berperspektif pada kebutuhan anak. Pemerintah harus didorong untuk dapat terus mengoptimalkan implementasi PAUD Ramah Anak.

Sabtu, 13 Juli 2019

Memory of 12 Years Marriage

"Keluarga yang baik dimulai dengan cinta, dibangun dengan kasih sayang,
dan dipelihara dengan kesetiaan..."

Bisa membuat keluarga bahagia adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup ini. Jika kita ikhlas dalam berupaya untuk kebahagiaan kehidupan keluarga, Tuhan akan memudahkan dan menunjukkan jalan terbaik-NYA.

Tak terasa 12 tahun sudah, kita mencoba merangkai bersama kebahagiaan keluarga. Meskipun banyak riak-riak permasalahan yang muncul dalam biduk rumah tangga kita, namun kita selalu berupaya untuk menghadapinya bersama, dan lebih mengeratkan lagi genggaman tangan kita.

Tijn Kolsteren, Penyintas Kanker yang Inspiratif


"NILAI HIDUP INI BUKAN PADA SEBERAPA BANYAK KITA DIKENAL ORANG DAN BERAPA LAMA KITA HIDUP, TETAPI SEBERAPA BANYAK ORANG YANG DAPAT KITA BAHAGIAKAN SELAMA KITA MENJALANI KEHIDUPAN"

Tijn Kolsteren, seorang anak Belanda (umur 5 tahun) pada tahun 2016 lalu, merasa tidak enak badan dan mual. Suhu badannya naik mencapai 41 derajat.

Setelah ke dokter, Tijn divonis menderita kanker ganas di otaknya. Dokter mengatakan bahwa kemo bisa dilakukan untuk memperpanjang usianya 1 atau 2 tahun. Orang tua Tijn tentu saja merasa sangat sedih. Si pasien Tjin sendiri tetap saja cerah ceria.

Pada saat kemo yg pertama di RS, Tijn bertanya kepada dokter, Apakah banyak anak yg menderita seperti dia?

"Iya....", kata dokter. Di seluruh dunia ada banyak anak kecil yang menderita seperti dia, tetapi tidak semua anak bisa ke dokter.

?????.. tanda tanya muncul di benak Tjin.

Pentingnya Rencana Usaha sebagai Pedoman Bagi Perempuan Pengusaha Mikro Penyintas Bencana


Pada 13-14 Mei 2019, tim Pasigala Bangkit menyelenggarakan penyusunan rencana usaha di empat kelompok perempuan usaha mikro (Kelompok Sintuvu Maroso, Kelompok Melati, Kelompok Sigi Bangkit, dan Kelompok Petobo Bangkit) yang telah terbentuk pada April 2019 lalu.

Rencana usaha (business plan) tersebut merupakan bahan untuk menganalisa kelayakan usaha dan menelusuri rantai nilai (value chain) usaha yang akan dilakukan oleh masing-masing perempuan pelaku usaha. Sehingga peluang dan tantangan yang muncul dalam setiap tahapan usaha bisa diketahui, serta kebutuhan untuk memulai dan mengembangkan usaha dapat dirumuskan.

Memory of May 10th, 2019


"Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya (sebagai hamba Allah) di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf, dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?" (Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta)

Bertambahnya usia bukan berarti, menjadikan kita lebih paham akan segalanya. Terkadang kita mesti berhenti sejenak, merenung, dan mencoba berefleksi 'sudah sejauh manakah capaian dalam kehidupan kita?' Capaian yang tidak hanya menjadi simbol dalam kehidupan di dunia saja, namun bisa sebagai bekal dalam kehidupan yang hakiki nantinya. Double benefit, sekali action dua manfaat bisa terengkuh.

Kelompok Perempuan Pengusaha Mikro Penyintas Bencana di PASIGALA


Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) bekerjasama dengan lembaga TRUE dan LPBI-NU dan mendapatkan dukungan pendanaan dari ChildFund Alliance dan AKH Germany menginisiasi Pembentukan Kelompok Perempuan Pengusaha Mikro Penyintas Bencana di 9 desa, 8 kecamatan, di wilayah Pasigala (Palu, Sigi, Donggala) melalui program Sulawesi Early Recovery Phase (SERP).

Program yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2019 ini bertujuan untuk mengembalikan mata pencaharian 556 perempuan korban bencana, yang tergabung dalam 20 kelompok perempuan pengusaha mikro. Selain penguatan terhadap usaha yang dilakukan oleh masing-masing perempuan pelaku usaha mikro, program ini juga memperkuat kelompok perempuan pengusaha mikro tersebut, agar ke depannya bisa menjadi Koperasi Wanita (KopWan).

Menurut Pegiat YSKK, Iwan Setiyoko, kelompok menjadi sebuah strategi pendampingan yang efektif untuk keberlanjutan sebuah program pemberdayaan ke depannya.

Koordinasi Multistakeholder (2)



Untuk memastikan proses 'sharing knowledge' dari berbagai lembaga (NGO nasional/internasional/lokal, ormas, dll) yang sedang dan akan berprogram dalam recovery Pasigala, maka koordinasi secara berkala mutlak diperlukan.

Sehingga, implementasi dan penyebaran bantuan/program bisa menyasar kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana, tanpa terkecuali. Hal ini dapat meminimalisir penumpukan bantuan/program hanya di beberapa titik saja, terutama di wilayah-wilayah yang 'media darling'.

Proses seperti inilah yang akan menjadi sebuah pembelajaran bersama, baik bagi setiap lembaga yang sedang berprogram maupun bagi pemerintah setempat, mulai dari level desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, bahkan hingga ke pusat, dan tak ketinggalan adalah masyarakat sebagai sasaran langsungnya. Pembelajaran berharga akan menjadi bekal penting dalam proses tanggap bencana & recovery berikutnya, di manapun/kapanpun, meskipun kita tidak pernah berharap hal itu akan terjadinya.

Jumat, 12 Juli 2019

Yuk, kembangkan bisnis dengan HerVenture!



Saat ini Sekretariat Nasional Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (SekNas ASPPUK) dan Cherie Blair Foundation menginisiasi aplikasi belajar bisnis digital HerVenture untuk mendukung pengembangan bisnis, khususnya bisnis yang dijalankan oleh perempuan pelaku usaha mikro-kecil. Dengan aplikasi ini, para pelaku bisnis bisa belajar bisnis dimanapun dan kapanpun, tanpa terkendala tempat dan waktu. Aplikasi ini sangat mudah digunakan, baik secara online maupun offline.

Bagaimana cara membangun bisnis, Informasi produk, Bagaimana memasarkan produk, Bagaimana mengatur keuangan bisnis, dan berbagai kebutuhan pengembangan bisnis lainnya, sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha.

Kamis, 04 April 2019

Koordinasi Multistakeholder (1)


Dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, terlebih dalam kondisi tanggap darurat bencana, koordinasi multistakeholder mutlak diperlukan. Melalui forum ini, sharing pengalaman, progress/capaian, peluang kolaborasi, tantangan, dan berbagai hal strategis lainnya pada saat proses implementasi program dari masing-masing pihak, baik pemerintah, swasta, maupun LSM/NGO (lokal/nasional/internasional) bisa terjadi dengan baik.

Melalui proses sharing inilah berbagai pembelajaran menarik (transfer knowledge) dari dan bagi masing-masing pihak sedang berlangsung. Selain itu, di forum ini setiap pihak juga bisa menyepakati dan merencanakan strategi bersama dalam pelaksanaan program masing-masing, sehingga tidak saling tumpang tindih serta saling melengkapi dan menguatkan, antar setiap program yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan. Harapannya, akselerasi proses dan capaian program akan bisa optimal, merata, dan tepat sasaran.

Minggu, 24 Maret 2019

PASIGALA Bangkit!

Program Sulawesi Early Recovery Phase (ChildFund Alliance-YSKK-TRUE-LPBI NU)



Pada hari Jumat 28 September, 2018 pukul 17.02 WIB (10: 02UTC) gempa berkekuatan 7,4 RS dan pusat gempa 10 km melanda timur laut Donggala, Sulawesi Tengah di pulau Sulawesi. Ini diikuti oleh tsunami yang melanda pantai barat Sulawesi, pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala. Tsunami dan gempa bumi menyebabkan korban signifikan dengan 2.045 melaporkan kematian dan lebih dari 10.679 terluka. Ada 82.775 pengungsi di lebih dari 147 pusat evakuasi.

Laporan terbaru dari Gubernur yang dirilis oleh Pusat Data dan Informasi Provinsi Sulawesi Tengah (30 Januari 2019) mengkonfirmasi bahwa daerah-daerah yang terkena dampak gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan likuifaksi mengalami kerusakan besar pada bangunan dan infrastruktur. Diperkirakan kerusakan rumah mencapai 42.864 unit di Kota Palu, 30.538 unit di Kabupaten Sigi, dan 21.453 unit di Kabupaten Donggala, dengan total pengungsi mencapai 170.271 jiwa di 3 kab/kota tersebut. (Pusdatina 2019)

Dalam mendukung percepatan pemulihan di PASIGALA (Palu, Sigi, dan Donggala), terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi, Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) yang tergabung dalam ChildFund Alliance bersama dengan lembaga TRUE dan LPBI-NU dan mendapatkan dukungan dari AKH Jerman, akan melakukan program ‘Sulawesi Early Recovery Phase – Transitional Education and Livelihood for Women (Young Women and Mothers) in Micro Enterprises’ selama 6 bulan ke depan (Maret-Agustus 2019).

Selasa, 12 Februari 2019

Apakah kita bagian dari Kaum Audist?


Mas Ismail, aktivis Tuli dari Solo yang bekerja di Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Difabel - SIGAB Indonesia sedang membaca naskah disertasiku, di ruang pustaka Sigab. Saat aku melewatinya, ia sedang membolak-balik lembar demi lembar. Secara cepat seperti mencari suatu kalimat penting. Aku membiarkannya.

Begitu aku kembali, ia memberi isyarat agar aku mendekat. Ia mulai bicara. Ia bilang, “apakah ada cerita soal diskriminasi Tuli di sini,” ia menunjuk ke naskah tebal itu. Ismail bisa bicara, walaupun terkadang (sedikit saja) ada kata atau kalimat yang ia sebut kurang aku pahami. Tapi aku bisa memintanya mengulanginya. Beberapa kali tak apa. Jika tetap belum jelas.

Aku bilang, “ada”.

Aku menulis sedikit mengenai protes Tuli atas kesulitan-kesulitan yang dihadapinya di ruang publik. Ia lalu menyebut kata “audism” yang dengan yakin, kuyakini jika yang ia maksud sebut adalah kata ‘autism’.

Kupikir Mas Ismail memang bertanya soal Autism. Lalu kubilang ada kutulis tapi sangat sedikit. Aku menyebut lembaga bernama MPATI.

"Tidak!" katanya tegas.
Aku menyerahkan Hpku agar ia tulis ‘kata’ itu di mesin pencari google. Rupanya ia menulis kata audism.

“O audism," ucapku dengan ekspresi mengangguk-angguk.
Aku bilang, "tidak," Aku tidak mengetahui arti kata itu.

Minggu, 10 Februari 2019

Kemendikbud Bersama Uni Eropa Tingkatkan Akses Layanan PAUD Inklusif dan Ramah Anak


 

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bekerjasama dengan Uni Eropa meresmikan Program Penguatan Masyarakat Sipil dan Akuntabilitas Sosial untuk Peningkatan Akses terhadap Layanan PAUD Inklusif dan Berkualitas di Kantor Kemendikbud, Jakarta, pada Selasa (15/01/2019). Program yang diharapkan selesai pada tahun 2021 ini akan dilaksanakan di tiga kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kabupaten Kupang.

Program dengan dana hampir mencapai EUR 750.000 ini dilaksanakan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), Sumba Integrated Development (SID), dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Madani (LPMM), dikoordinir oleh Barnfonden, sebuah organisasi dari Swedia, merupakan anggota dari Aliansi Childfund.

Direktur Pembinaan PAUD, Ditjen PAUD dan Dikmas, Muhammad Hasbi, menjelaskan proyek akuntabilitas sosial ini akan membahas bagaimana memberdayakan ekosistem untuk membangun anak usia dini dengan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah, dari desa sampai kabupaten. “Dulu, kita fokus pada pembangunan insan saja, sekarang kita perlu mengelola insan dan ekosistemnya. Apa yang dikerjakan oleh Barnfonden dan tim konsorsium yang didukung oleh Uni Eropa ini sesuai dengan langkah dari Kemendikbud juga. Saya mendukung program ini dan program apapun yang fokus pada anak usia dini Indonesia,” ujar Hasbi kepada tim konsorsium program.

Minggu, 20 Januari 2019

Beasiswa S1 Aktivis Nusantara 2019 untuk 22 Kampus Indonesia


Beasiswa Aktivis Nusantara ini disediakan Dompet Dhuafa di 18 kampus PTN Indonesia bagi para aktivis mahasiswa. Di antaranya UNAND, UNP, UNSRI, UNJ, UI, IPB, ITB, UNPAD, UPI, UGM, UPN Veteran Yogyakarta, UNY, UNS, ITS, UNAIR, UNESA, UPN Veteran Jawa Timur, UNDIP, UNNES, UB, UM, dan UNTAN. Anda yang bergelut di dunia aktivis tampaknya harus memanfaatkan beasiswa Dompet Dhuafa ini dengan baik.

Melalui Seleksi Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) 2019, Dompet Dhuafa menyediakan 75 kursi beasiswa. Kandidat terpilih akan memperoleh beasiswa senilai Rp 800 ribu/bulan selama satu tahun. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk dukungan aktivitas mahasiswa. Selain dana beasiswa, juga tersedia fasilitas pengembangan diri berupa pelatihan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) sebulan, magang kemanusiaan di daerah 3T, executive mentoring dengan tokoh nasional dan daerah, pelatihan kepemimpinan dengan tokoh-tokoh inspiratif, bimbingan dari aktivis senior di masing-masing wilayah, serta jaringan nasional dan internasional. Selain itu diberikan pembinaan rutin setiap bulan dan wadah kontribusi di masing-masing wilayah.

6 Festival di Nusa Tenggara Timur yang Wajib Didatangi


“Nusa Tenggara Timur harus menjadi salah satu tujuan paling dicari di dunia, karena memiliki sifat yang unik dan budaya yang berbeda.” Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nai Soi


Untuk menarik lebih banyak wisatawan ke wilayah ini, Nusa Tenggara Timur juga mengadakan enam festival tahunan yang telah diakui oleh pemerintah provinsi. Berikut enam festival di Nusa Tenggara Timur tersebut:

1. Festival Berburu Paus Lembata
Festival ini merayakan penangkapan paus menggunakan alat-alat tradisional, yang secara teratur diadakan oleh orang-orang Lamalera di Kabupaten Lembata. Festival ini melambangkan kerja tim dan kesatuan para nelayan di daerah tersebut, dengan aturan tertentu yang membuat praktik ini ramah lingkungan. Hanya jenis paus tertentu yang diizinkan ditangkap dan alat yang digunakan terbatas pada yang tradisional.

Pendaftaran Beasiswa Bazma Pertamina S1 di 14 PTN/PTS 2019


Buat Anda yang sedang kuliah S1 di salah satu dari 10 perguruan tinggi negeri maupun swasta (PTN/PTS) di bawah ini, peluang mendaftar Beasiswa Baituzzakah Pertamina (Bazma) 2019 kini dibuka untuk Anda. Kesempatan ditawarkan bagi mahasiswa yang memiliki semangat untuk tumbuh dan berkembang, namun memiliki keterbatasan dalam hal ekonomi. Manfaat yang diberikan cukup banyak. Selain dukungan biaya pendidikan juga diberikan pendampingan terhadap mahasiswa bersangkutan, berupa peningkatan softskill serta mengikuti kegiatan paguyuban scholars lintas kampus.

Target beasiswa Bazma Pertamina selain mahasiswa tersebut aktif di berbagai organisasi dan sukses di bidang akademik, penerima beasiswa Bazma Pertamina harus pula mengikuti program Tahfiz Quran dan program pengembangan diri lainnya.


Rincian manfaat yang diperoleh dari beasiswa Bazma Pertamina di antaranya penggantian biaya pendidikan 3 tahun terakhir, bantuan biaya hidup Rp 650 ribu per bulan, program pengembangan diri, dukungan untuk tugas akhir yang terseleksi, serta berkesempatan menjadi sukarelawan di Yayasan Bazma Pertamina. Selain itu nantinya para penerima beasiswa juga akan mengikuti pertemuan tahunan scholars Bazma Pertamina se-Indonesia.

Kamis, 17 Januari 2019

Antara Value dan Price (Fenomena Prostitusi Online)

 
Ada malam ketika aku mendadak sendu alias seneng ndusel pada istri. Dan hanya Allah, istri dan aku tentu saja yang mengerti apa maksudnya.

Seperti beberapa hari yang lalu, misalnya. Setiap istri jalan ke dapur, aku ikuti. Dia ke ruang tamu aku pepetin. Hingga akhirnya dia ngerasa risih tatkala aku menjajari langkahnya untuk ke sekian kali.

“Ih, ini apa-apan, sih? Nempel terus. Pergi nggak?” Istri mengangkat gayung.

Ya sodara. Saat itu aku ngikutin istri yang mau ada urusan pribadi di kamar mandi.

Aku nyengir. Balik kanan dan duduk di depan tivi ruang tamu.

Ketika istri kembali ke ruang tamu, aku menatap dia lagi. Sambil senyum lagi.

“Apa?” gitu respon dia. Sambil manyun.

“Jangan galak-galak napa. Kan jadi atut akunya.”

“Biarin. Apa?”

“Hihi.”

“Malah nyengir. Ada apa?”

Aku jawab, “Anak-anak kan udah bobo tuh.”

“Hemm,” istri mulai menatapku curiga. “Mulai, nih. Mau bikin rusuh pasti.”

“Hihi.”

Jumat, 11 Januari 2019

Kompilasi Buku Saku Pembangunan dan Pemberdayaan Desa




"Jangan remehkan desa. Dari desa semua berasal, Indonesia memiliki 74.910 desa, masing-masing memiliki potensi yang berbeda. Jika dikapitalisasi dengan benar, desa menjadi kekuatan luar biasa yang akan menopang perekonomian tanah air." Nur Efendi, CEO Rumah Zakat

Pembangunan dan pemberdayaan di wilayah desa diharapkan mampu melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, menuju kemandiriannya. Kemandirian Desa merupakan cerminan harapan dan kemauan masyarakat desa yang kuat untuk maju, menghasilkan produk/karya desa yang unggul, serta memampukan desa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Kamis, 10 Januari 2019

Pemilu Jurdil


PEMILU merupakan sarana demokrasi prosedural untuk memilih para penyelenggara negara. Para teoritikus demokrasi memandang bahwa Pemilu yang diselenggarakan secara jujur dan adil berbanding lurus dengan terpilihnya para penyelenggara negara yang berkualitas. Pemilu yang penuh kecurangan dan diwarnai ketidakadilan, akan menjadi sekadar menjadi formalitas dan tidak akan pernah bisa menghasilkan substansi yang diharapkan.

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan banyak Pemilu sebelumnya, di dalamnya terjadi banyak tindakan yang menciderai asas jujur dan adil, bahkan sesungguhnya juga menciderai asas bebas dan rahasia. Karena itu, perlu ada pengawalan khusus kepada penyelenggaraan Pemilu 2019, agar benar-benar berjalan sesuai dengan asas yang telah ditetapkan, yaitu luber dan jurdil.