Selasa, 08 November 2016

Menyesapi Filosofi dan Estetika Batik Nusantara

"Tak sekadar seni lukis di permukaan kain, motif batik memiliki makna yang mendalam, cerminan filosofi hidup masyarakat tempat ia tercipta..."


Tanggal 2 Oktober 2009 lalu, UNESCO telah menetapkan bahwa hari tersebut dan seterusnya adalah hari batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Di Indonesia sendiri, ini merupakan hari Batik Nasional. Tahukah Anda macam batik-batik Nusantara? Berikut ini adalah macam-macam batik nusantara.

1. Batik Yogyakarta
Batik ini merupakan batik yang digunakan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Batik ini memiliki tampilan warna dasar putih bersih. Motif-motif batik Yogyakarta bermacam-macam. Salah satunya adalah motif ceplok, grompol. Batik-batik Yogyakarta ini memiliki doa dan harapan bagi sang pemakai. Misalnya, dengan desain geometris yang berdasar pada pola bunga mawar atau bintang, ini melambangkan harapan baik bagi pengantin yang menggunakannya. Contoh lain adalah motif parang, keris, atau pedang yang melambangkan kewibawaan, kekuasaan, serta kebesaran pemakainya. Motif parang biasanya hanya digunakan oleh para raja serta keturunannya.

2. Batik Solo
Solo merupakan kota dengan daerah yang wajib disambangi jika ingin mendalami filosofi batik, yakni kawasan kampung batik Laweyan serta Kauman. Di sini, kegiatan membatik menjadi keseharian dari warganya. Di Keraton Surakarta, beberapa motif batik yang dianggap sakral serta dipakai oleh raja dan keluarganya merupakan motif jenis barong, parang, kawung, dan sawat. Ada banyak motif batik solo yang digunakan saat pernikahan yang melambangkan banyak harapan, seperti batik Sidomukti yang dikenakan oleh mempelai. Batik Sidomukti ini melambangkan harapan akan kehidupan penuh rejeki serta kebahagiaan.

3. Batik Cirebon
Ki Gede Trusmi, konon, ialah seseorang yang membawa batik ke daerah Cirebon. Karena ialah, tempat diamana ia tinggal dijadikan sentra batik Cirebon dan juga tempat orang jaman dahulu mengabdi pada kesultanan. Motif batik khas dari daerah ini adalah motif batik megamendung yang serupa dengan awan, sertasatwa sebagai unsur motif batik. Misalnya, kereta kencana paksinaga liman yang menjadi simbol kesultanan yang terdiri dari unsur garuda, ular, serta gajah. Cirebon juga memiliki batik kompeni dengan meriam, truk, serta bambu runcing sebagai bagian dari motifnya.

4. Batik Pekalongan

Berbeda dengan batik-batik yang lain, motif batik Pekalongan memiliki warna-warna yang mencolok. Salah satu motif yang dipercaya sebagai motif asli Pekalongan adalah motif Jlamprang. Batik Pekalongan ini juga tidak memasukkan unsur manusia serta binatang di dalamnya. Ada yang berpendapat bahwa motif jlamprang ini diambil dari bunga teratai yang berkembang sejak agama Buddha dan Hindu berkembang di Jawa. Salah satu motif yang terkenal dalam batik Pekalongan adalah motif isen atau titik-titik yang membentuk suatu pola tertentu.

5. Batik Indramayu

Sebagai daerah pesisir dimana daerah perbatasan dengan laut, para pedagang datang dari jauh dan membawa pengaruh, batik ini dipengaruhi dengan beragam budaya, yaitu budaya Cina, Islam, serta Hind-Jawa. Akulturasi budaya Cina dan Islam terlihat dalam motif batik si juring, pintu raja, dan kembang kapas. Warna batik di daerah Indramayu juga dikaitkan dengan usia. Umumnya, batik berwarna cerah seperti merah muda dan biru dikenakan oleh kawula muda, biru dan merah untuk wanita paruh baya, dan orang tua menggunakan batik dengan paduan warna biru, cokelat, serta hijau. Motif yang telah mendunia adalah Batik Complongan.

6. Batik Madura
Warna biru, kuning, merah serta hijau adalah warna yang menjadi ciri khas batik Madura. Contoh motifnya adalah sekarjagat, matahari, serta keong mas. Di daerah Sumenep, terdapat ciri khas batik dengan satu warna seperti merah dan terkenal dengan motif ayam.
Terkait dengan seni batik, Madura adalah daerah yang unik. Selain memiliki motif batik pesisiran dengan warna-warni yang berani, di daerah pedalaman, batik Madura justru tampil dengan warna-warna nan kelam.


Ditulis oleh: Athaya P. Belia
Sumber: National Geographic; Good News From Indonesia   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar