Tampilkan postingan dengan label UMKM Naik Kelas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM Naik Kelas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Mei 2021

Berawal Dari Mimpi, Bu Ning Buat Aneka Jamu, Banyak Orang Jadi Sehat Dan Sembuh


WartaKita.org
– Jangan pernah menyepelekan mimpi. Karena mimpi bisa menjadi “petunjuk hidup” bagi Anda dalam meraih kesuksesan.

Setidaknya, hal ini juga dialami oleh Christiana Triningsih, warga Dukuh Tancep RT 01 RW 06 Nomor 43, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kaupaten Gunungkidul.

Karena mimpinya, perempuan yang akrab disapa Bu Ning ini sekarang sukses membuat aneka jamu dari bahan herbal yang diberi nama Jamuning, atau singkatan dari Jamune Bu Ning.

Saat ditemui Wartakita.org di rumahnya pada Sabtu (9/1/2021) pagi, Ning menceritakan, pada Jumat malam di bulan Januari tahun 1997, dia bermimpi ditemui orangtua berjenggot panjang di sebuah lembah, yang di sekitarnya terdapat sebuah villa. Orangtua itu membawa tanaman kunyit dan benalu.

Senin, 12 April 2021

UMKM Naik Kelas, Perlu Sinergi Multipihak


“Perlu sinergi gerakan multipihak dalam mendukung UMKM untuk bangkit dan naik kelas pasca pandemi Covid-19.
Karena saat ini masing-masing pihak di Kabupaten Gunungkidul, baik pemerintah melalui dinas terkait, swasta melalui program CSR-nya, NGO/LSM, maupun jejaring UMKM lainnya (IWAPI, ASPEMAKO) masih terkesan berjalan sendiri-sendiri, sehingga kurang optimal kerjan-kerja pendampingannya.” ujar Iwan Setiyoko, Direktur YSKK dalam kegiatan Forum Sinergi Multipihak dengan tema “Upaya pemulihan ekonomi – UMKM di Kabupaten Gunungkidul dari dampak Covid-19” di ruang pertemuan hotel Cyka Raya, Kamis (8/4) lalu. 

"Berdasarkan hasil kajian riset dan temuan di lapangan selama mendampingi komunitas perempuan pelaku usaha mikro-kecil di Kabupaten Gunungkidul, paling tidak ada tiga permasalahan utama yang harus menjadi perhatian semua pihak ke depannya; Pertama. Penguatan kapasitas produksi dan manajemen usaha, Kedua. Digitalisasi pemasaran produk, dan Ketiga. Penguatan jejaring antar komunitas.” lanjutnya.

Senin, 05 April 2021

YSKK: UMKM Butuh Bantuan Pemasaran Untuk Bangkit Dari Pandemi Covid-19


Indiekraf.com –
Bantuan dana oleh pemerintah ternyata masih belum mampu untuk membantu meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM di Indonesia. Masih dibutuhkan bantuan lain agar mereka bisa tetap bertahan untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih belum terkendali dengan maksimal. Belum lagi adanya penyalahgunaan bantuan yang dikorupsi atau salah sasaran yang membuat keadaan semakin memburuk.

Selain memberikan bantuan dana, pemerintah telah berusaha untuk membantu UMKM dengan cara membuat sebuah pelatihan dan penyelamatan usaha. Namun sayangnya, masih banyak program yang dinilai masih belum tepat sasaran. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil riset yang telah dilakukan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) pada kelompok usaha kecil dampingan mereka di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

YSKK telah mendampingi lebih dari 300 perempuan pelaku usaha yang ada di Gunungkidul. Dalam hal ini, dampak pandemi terhadap UMKM yang digerakan oleh perempuan ternyata lebih terasa. Dikutip dari voaindonesia.com, Iwan Setiyoko selaku Direktur YSKK menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah permasalahan data. “Temuan kami di lapangan, permasalahan muncul karena data yang tidak sinkron, antara dari dinas dan data di lapangan, sehingga banyak dari teman-teman dampingan perempuan pelaku usaha tidak terdata di dinas terkait,” jelasnya.

Kamis, 18 Maret 2021

Perempuan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Butuh Solusi Pemasaran


Dampak pandemi terhadap sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang digerakkan perempuan ternyata lebih terasa. Sejumlah program bantuan dan penyelamatan usaha dilakukan, tetapi banyak yang dinilai tidak tepat sasaran. Salah satunya dibuktikan melalui riset Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) pada kelompok usaha kecil dampingan mereka di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Iwan Setiyoko, Direktur YSKK mengatakan, pangkal permasalahan ada pada data. Sejak lama, data menjadi celah yang membuat program pemerintah tidak tepat sasaran, dan pandemi memperparah dampak salah data tersebut. 

"Temuan kami di lapangan, permasalahan muncul karena data yang tidak sinkron, antara dari dinas dan data di lapangan, sehingga banyak dari teman-teman dampingan perempuan pelaku usaha tidak terdata di dinas terkait,” kata Iwan kepada VOA.

Karena data yang tidak sinkron, lanjut Iwan, program lanjutan seperti penguatan kapasitas menjadi tidak tepat sasaran. Banyak perempuan pelaku usaha yang benar-benar memiliki produk, justru tidak masuk dalam program itu.

Selasa, 02 Februari 2021

UMKM Center Jateng, Sebagai Pusat Penguatan Daya Saing Koperasi & UMKM


UMKM Center merupakan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dibawah pengelolaan Dinas Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan daya saing Koperasi dan UMKM melalui penyediaan informasi bisnis, pendampingan usaha, fasilitas pembiayaan, pusat promosi, galeri pemasaran dan pengembangan jaringan usaha. Bertempat di Jalan Setiabudi 192 Srondol Wetan Banyumanik Semarang.

UMKM Center Jawa Tengah bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik bagi KUMKM dalam mengembangkan usahanya sebagai "PUSAT BELANJA SOUVENIR DAN MAKANAN KHAS JAWA TENGAH".

Adapun layanan yang diberikan oleh UMKM Center Jateng di antaranya:
  1. Pusat Informasi Usaha, menyediakan informasi yang diperlukan untuk memulai usaha (start up business), menjalankan usaha termasuk diantaranya teknologi tepat guna yang dipakai dalam mengembangkan usaha.
  2. Konsultasi Bisnis UMKM, didampingi oleh konsultan pendamping UMKM berkompeten yang akan membimbing dan mendampingi UMKM dari sisi manajemen dan teknis.
  3. Layanan Akses Pemasaran, bekerjasama dengan Kadin Indonesia dan pihak terkait yang menyediakan informasi pasar termasuk menjalin kemitraan dengan International Trade Promotion Center – ITPC yang ada di luar negeri.
  4. Business Matching dan Trading House, bekerjasama dengan perusahaan retail besar dalam bidang pemasaran dan membantu pembuatan kontrak dagang bagi KUMKM.

Rabu, 11 September 2019

Minyak Kelapa Murni, Alternatif Alami Kesehatan


Minyak kelapa murni adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar. Diambil minyaknya atau kernel-nya, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, dan tanpa tambahan bahan kimia.

Minyak kelapa terdiri dari bahan-bahan yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Mengandung lemak jenuh medium chain triglycerides (MCT) yang tinggi, dan juga mengandung asam laurat. Jenis lemak ini akan langsung digunakan oleh hati untuk menghasilkan energi.

Minggu, 04 Agustus 2019

PENDAFTARAN RUANGTERRAS#01



“To any entrepreneur: if you want to do it, do it now. If you don’t, you’re going to regret it.” ~Catherine Cook, co-founder of MyYearbook

RUANG TERRAS adalah Program Inkubasi Bisnis Untuk UMKM di Jawa Tengah - diinisiasi oleh UMKM Center Jawa Tengah-Dinas Kop UKM Jawa Tengah. Untuk Ruang Terras Angkatan #01, dibuka pendaftaran sampai Tanggal 7 Agustus 2019. Akan dipilih 15 UMKM Pemula sebagai TENANT yang akan diikusertakan pada Program Inkubasi Bisnis selama 4 Bulan Terhitung Mulai 15 Agustus 2019 - 15 Desember 2019. Untuk pendaftarannya silahkan klik...