Senin, 29 Juli 2019

Sudah Ramah Anakkah Lembaga PAUD Kita?

"Dari uji coba penilaian indeks Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilakukan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), sebagian besar PAUD di wilayah Kaupaten Sukoharjo ramah anak. Namun sayang para pendidik justru belum memahami hak-hak anak." ~25/07/2019


Sekitar 90 persen PAUD  sudah ramah anak, namun belum banyak pendidik memahami tentang hak-hak anak. Untuk itu YSKK mendorong pemerintah untuk menginisiasi program peningkatan kapasitas bagi pendidik, tenaga pendidik atau pengawas.

Hanya sekitar 13 persen pendidik paham soal itu.  Hak anak itu paling fundamental untuk mewujudkan PAUD berperspektif pada kebutuhan anak. Pemerintah harus didorong untuk dapat terus mengoptimalkan implementasi PAUD Ramah Anak.

Sabtu, 13 Juli 2019

Memory of 12 Years Marriage

"Keluarga yang baik dimulai dengan cinta, dibangun dengan kasih sayang,
dan dipelihara dengan kesetiaan..."

Bisa membuat keluarga bahagia adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup ini. Jika kita ikhlas dalam berupaya untuk kebahagiaan kehidupan keluarga, Tuhan akan memudahkan dan menunjukkan jalan terbaik-NYA.

Tak terasa 12 tahun sudah, kita mencoba merangkai bersama kebahagiaan keluarga. Meskipun banyak riak-riak permasalahan yang muncul dalam biduk rumah tangga kita, namun kita selalu berupaya untuk menghadapinya bersama, dan lebih mengeratkan lagi genggaman tangan kita.

Tijn Kolsteren, Penyintas Kanker yang Inspiratif


"NILAI HIDUP INI BUKAN PADA SEBERAPA BANYAK KITA DIKENAL ORANG DAN BERAPA LAMA KITA HIDUP, TETAPI SEBERAPA BANYAK ORANG YANG DAPAT KITA BAHAGIAKAN SELAMA KITA MENJALANI KEHIDUPAN"

Tijn Kolsteren, seorang anak Belanda (umur 5 tahun) pada tahun 2016 lalu, merasa tidak enak badan dan mual. Suhu badannya naik mencapai 41 derajat.

Setelah ke dokter, Tijn divonis menderita kanker ganas di otaknya. Dokter mengatakan bahwa kemo bisa dilakukan untuk memperpanjang usianya 1 atau 2 tahun. Orang tua Tijn tentu saja merasa sangat sedih. Si pasien Tjin sendiri tetap saja cerah ceria.

Pada saat kemo yg pertama di RS, Tijn bertanya kepada dokter, Apakah banyak anak yg menderita seperti dia?

"Iya....", kata dokter. Di seluruh dunia ada banyak anak kecil yang menderita seperti dia, tetapi tidak semua anak bisa ke dokter.

?????.. tanda tanya muncul di benak Tjin.

Pentingnya Rencana Usaha sebagai Pedoman Bagi Perempuan Pengusaha Mikro Penyintas Bencana


Pada 13-14 Mei 2019, tim Pasigala Bangkit menyelenggarakan penyusunan rencana usaha di empat kelompok perempuan usaha mikro (Kelompok Sintuvu Maroso, Kelompok Melati, Kelompok Sigi Bangkit, dan Kelompok Petobo Bangkit) yang telah terbentuk pada April 2019 lalu.

Rencana usaha (business plan) tersebut merupakan bahan untuk menganalisa kelayakan usaha dan menelusuri rantai nilai (value chain) usaha yang akan dilakukan oleh masing-masing perempuan pelaku usaha. Sehingga peluang dan tantangan yang muncul dalam setiap tahapan usaha bisa diketahui, serta kebutuhan untuk memulai dan mengembangkan usaha dapat dirumuskan.

Memory of May 10th, 2019


"Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya (sebagai hamba Allah) di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf, dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?" (Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta)

Bertambahnya usia bukan berarti, menjadikan kita lebih paham akan segalanya. Terkadang kita mesti berhenti sejenak, merenung, dan mencoba berefleksi 'sudah sejauh manakah capaian dalam kehidupan kita?' Capaian yang tidak hanya menjadi simbol dalam kehidupan di dunia saja, namun bisa sebagai bekal dalam kehidupan yang hakiki nantinya. Double benefit, sekali action dua manfaat bisa terengkuh.

Kelompok Perempuan Pengusaha Mikro Penyintas Bencana di PASIGALA


Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) bekerjasama dengan lembaga TRUE dan LPBI-NU dan mendapatkan dukungan pendanaan dari ChildFund Alliance dan AKH Germany menginisiasi Pembentukan Kelompok Perempuan Pengusaha Mikro Penyintas Bencana di 9 desa, 8 kecamatan, di wilayah Pasigala (Palu, Sigi, Donggala) melalui program Sulawesi Early Recovery Phase (SERP).

Program yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2019 ini bertujuan untuk mengembalikan mata pencaharian 556 perempuan korban bencana, yang tergabung dalam 20 kelompok perempuan pengusaha mikro. Selain penguatan terhadap usaha yang dilakukan oleh masing-masing perempuan pelaku usaha mikro, program ini juga memperkuat kelompok perempuan pengusaha mikro tersebut, agar ke depannya bisa menjadi Koperasi Wanita (KopWan).

Menurut Pegiat YSKK, Iwan Setiyoko, kelompok menjadi sebuah strategi pendampingan yang efektif untuk keberlanjutan sebuah program pemberdayaan ke depannya.

Koordinasi Multistakeholder (2)



Untuk memastikan proses 'sharing knowledge' dari berbagai lembaga (NGO nasional/internasional/lokal, ormas, dll) yang sedang dan akan berprogram dalam recovery Pasigala, maka koordinasi secara berkala mutlak diperlukan.

Sehingga, implementasi dan penyebaran bantuan/program bisa menyasar kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana, tanpa terkecuali. Hal ini dapat meminimalisir penumpukan bantuan/program hanya di beberapa titik saja, terutama di wilayah-wilayah yang 'media darling'.

Proses seperti inilah yang akan menjadi sebuah pembelajaran bersama, baik bagi setiap lembaga yang sedang berprogram maupun bagi pemerintah setempat, mulai dari level desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, bahkan hingga ke pusat, dan tak ketinggalan adalah masyarakat sebagai sasaran langsungnya. Pembelajaran berharga akan menjadi bekal penting dalam proses tanggap bencana & recovery berikutnya, di manapun/kapanpun, meskipun kita tidak pernah berharap hal itu akan terjadinya.

Jumat, 12 Juli 2019

Yuk, kembangkan bisnis dengan HerVenture!



Saat ini Sekretariat Nasional Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (SekNas ASPPUK) dan Cherie Blair Foundation menginisiasi aplikasi belajar bisnis digital HerVenture untuk mendukung pengembangan bisnis, khususnya bisnis yang dijalankan oleh perempuan pelaku usaha mikro-kecil. Dengan aplikasi ini, para pelaku bisnis bisa belajar bisnis dimanapun dan kapanpun, tanpa terkendala tempat dan waktu. Aplikasi ini sangat mudah digunakan, baik secara online maupun offline.

Bagaimana cara membangun bisnis, Informasi produk, Bagaimana memasarkan produk, Bagaimana mengatur keuangan bisnis, dan berbagai kebutuhan pengembangan bisnis lainnya, sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha.