Selasa, 20 Oktober 2020

Yayasan Satu Karsa Karya Membutuhkan Tenaga Fasilitator Program Pemberdayaan Masyarakat di Gunung Kidul dan Sragen

 


Yayasan Satu Karsa Karya adalah sebuah NGO (Non-Government Organization) yang bekerja untuk pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan dan anak. Kami mengundang anda untuk bergabung bersama kami sebagai Fasilitator Program Pemberdayaan Masyarakat di wilayah dampingan YSKK (Gunung kidul dan Sragen).

Kualifikasi Umum:

  • Pria/Wanita
  • Pendidikan minimal S1 semua jurusan
  • Pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang pemberdayaan masyarakat (sektor pertanian lebih diutamakan)
  • Berdomisili di Soloraya

Rabu, 22 Juli 2020

Belajar Berkebun Yuk! Sisa 8 Sayuran Ini Bisa Ditanam Lagi

Ingin mulai berkebun di rumah? Tak perlu repot-repot membeli benih, kita bisa memanfaatkan sisa sayuran yang telah kita gunakan untuk memasak, untuk di tanam kembali. Kegiatan ini sangatlah mudah dan ekonomis. Kuncinya kita cukup menyediakan pot, tanah, air dan lokasi yang terpapar sinar matahari agar tanaman bisa tumbuh subur di sana. Mau tahu apa sajakah jenis sayuran yang bisa ditanam dan dimanfaatkan kembali? Ini 8 diantaranya yang bisa langsung kita praktekkan di rumah.

1. Selada

Belajar Berkebun Yuk! Sisa 8 Sayuran Ini Bisa Ditanam Lagi 
Usai menikmati selada untuk salad jangan buru-buru buang bonggolnya. Tempatkan bonggol tersebut yang terletak di bagian bawah selada ke dalam mangkok berisi air. Dalam kurun waktu 3-5 hari akan tumbuh tunas daun selada baru.  Setelah muncul, baru kemudian pindahkan ke dalam pot dan tanah. Hanya dalam waktu kurang lebih 2 minggu daun selada sudah bisa kamu panen di rumah. 

Selasa, 12 Mei 2020

19 Tahun YSKK Berkarya


“Mathematics is the language in which God wrote the universe (Matematika adalah bahasa yang digunakan Tuhan dalam menuliskan alam semesta ini)” ~Galileo (1564-1642 AD) 

Hari ini tanggal 12 Mei 2020, yang bertepatan dengan hari ke-19 bulan Ramadhan 1441 H dan di tengah pandemi Covid-19 YSKK genap berusia 19 tahun. Sebuah kebetulan yang pasti sudah direncanakan oleh-NYA. 

19 tahun kepercayaan, 19 tahun kebersamaan, 19 tahun pengabdian kepada masyarakat, 19 tahun berbagi, 19 tahun kebahagiaan, 19 tahun mewujudkan impian yang menjadi kenyataan. 19 tahun YSKK berupaya untuk berinovasi membawa perubahan positif bagi masyarakat, memperkuat gerakan dan jangkauan dengan menjalin kerjasama multipihak, serta terlibat aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan bangsa secara berkelanjutan.

Filosofi Sumur


Jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering selalu ada air di dalamnya. Namun anehnya, kalau dalam satu hari saja airnya tidak ditimba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu tidak meningkat, sama seperti semula. Sumur yang tak pernah lagi diambil airnya, bahkan akan cenderung airnya kotor dan beracun sehingga tak layak diminum.

Inilah Hukum Alam...

Jumat, 17 April 2020

Mari Berbagi untuk Saling Menjaga


Di tengah pandemi Covid-19, para perempuan ini masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ironisnya, sebagian dari mereka tidak dibekali dengan perlindungan diri yang memadai untuk mencegah penyebaran Covid-19. YSKK melakukan penggalangan dana untuk menjaga mereka agar kita semua juga terjaga dari Covid-19.

YSKK mengajak anda untuk berdonasi dalam penyediaan masker kain dan sabun cuci tangan, yang akan didistribusikan kepada perempuan pengusaha mikro di Gunungkidul, Sragen, dan Sukoharjo.

Donasi anda dapat disalurkan melalui:
BNI 0576277477 a.n Satu Karsa Karya

Setelah transfer harap konfirmasi ke nomor berikut: 085325255626 (Syaiful)

Mari berbagi untuk saling menjaga. 
Bersama #melawancorona dengan tetap #dirumahaja.

#yskkberkarya
#melawancorona
#dirumahaja
#socialdistancing
#socialdistance
#physicaldistancing

Kamis, 02 April 2020

Manfaat Kunyit dan Temulawak Terhadap Penanganan COVID-19


BANDUNG, itb.ac.id Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang begitu melimpah. Contoh pemanfaatan dari kekayaan alam tersebut adalah penggunaan tanaman herbal untuk tujuan kesehatan secara turun temurun. Saat ini, tanaman herbal banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara untuk membantu pencegahan virus corona atau COVID-19. Tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kunyit dan temulawak.

Prof. Daryono Hadi Tjahjono, Dekan Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung menjelaskan bahwa kunyit (Curcuma longa L) mengandung senyawa metabolit bahan alam berupa kurkumin yang dilaporkan memiliki potensi terapeutik yang beragam seperti antibiotik, antiviral, antioksidan, antikanker, dan untuk penanganan penyakit alzheimer. “Kurkumin (atau turunannya, yaitu kurkuminoid) juga terdapat pada temulawak, jahe, dan tanaman sejenis. Selain senyawa kurkuminoid, terdapat puluhan senyawa kimia lain yang terkandung di dalam tanaman tersebut. Masyarakat secara umum memanfaatkan tanaman tersebut dalam kehidupan sehari – hari dan aman dalam penggunaannya. Selain sebagai bumbu masak, tanaman tersebut juga menjadi bahan baku jamu, dan obat herbal terstandarkan,” tulis Prof. Daryono dalam artikelnya yang diterima Humas ITB.

Ini Dia Cara Membuat Hand Sanitizer Sederhana untuk Cegah Virus Corona


Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan salah satu cara pencegahan penyebaran virus Corona adalah dengan membersihkan tangan secara teratur memakai cairan antiseptik pembersih tangan  (hand sanitizer) yang mengandung alkohol atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.  Namun setelah Presiden Joko Widodo mengabarkan  teridentifikasinya dua Warga Negara Indonesia yang terpapar virus Corona pada 2 Maret lalu, masyarakat kemudian memborong hand sanitizer. Hal ini menyebabkan harga cairan antiseptik ini meroket, dan stoknya habis di pasaran.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Penelitian Kimia membagikan langkah-langkah pembuatan hand sanitizer sederhana. “Ketika hand sanitizer menjadi semakin langka, masyarakat bisa membuatnya sendiri karena bahan-bahannya tersedia di toko-toko kimia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan khawatir,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono di Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (10/3). Dirinya mengingatkan pembatan hand sanitizer  tetap dalam pengawasan orang dewasa dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kamis, 26 Maret 2020

#DesaLawanCorona


Saatnya desa ambil peran dalam gerakan #BersamaLawanCorona #COVID19Indonesia. Optimalkan berbagai sumberdaya yang ada di desa untuk mendukung gerakan ini.

Mungkin muncul pertanyaan dari PemDes, "Terus apa yang bisa kami lakukan?"

Nih ada beberapa ALTERNATIF UPAYA yang bisa dilakukan!

  1. Bentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Siaga Covid -19 tingkat Desa
  2.  Bentuk WA Grup “Kabar Warga” ditingkat RT yang didalamnya ada anggota TRC Siaga Covid-19. 
  3. Sosialisasikan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Cuci Tangan Pakai Sabun melalui; (a) WA Grup, (b) Door to Door, (c) Pengeras suara Masjid, (d) Panflet/selebaran. 
  4. Sosialisasikan Cara Pencegahan Penularan Virus Covid-19 melalui; (a) WA Grup, (b) Door to Door, (c) Pengeras suara Masjid, (d) Panflet/selebaran. 
  5. Sosialisasikan Disinfeksi secara Mandiri melalui; (a) WA Grup, (b) Door to Door, (c) Pengeras suara Masjid, (d) Panflet/selebaran. 
  6. Fungsikan Siskamling Warga 
  7. Fungsikan Lumbung Pangan Warga dengan jimpitan beras/bahan makanan pokok lainnya. 
  8. Fungsikan peran Karang Taruna sebagai Relawan 
  9. Bangun sistem keamanan dan informasi warga yang efektif.

Rabu, 26 Februari 2020

Peran Perempuan dalam Mengurangi KDRT dan Kekerasan Terhadap Kaumnya


Sejak tahun 2010, YSKK bersama kader perempuan di Kabupaten Gunungkidul telah menginisiasi TIFA (Tim Informasi dan Advokasi) dan TAPA (Tim Advokasi Perempuan dan Anak) di 8 desa yang tersebar di 5 wilayah, yaitu: Kec. Karangmojo (Desa Ngawis dan Karangmojo), Kec. Ngawen (Desa Sambirejo dan Watusigar), Kec. Semin (Desa Semin dan Kalitekuk), Kec. Nglipar (Desa Natah), dan  Kec. Tanjungsari (Desa Kemiri). Inisiasi ini sebagai jawaban atas tingginya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Gunungkidul, utamanya di desa-desa dampingan YSKK tersebut.

Sampai saat ini (tahun 2020), berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh YSKK bersama Kedutaan Jepang (selaku donor program) pada tanggal 4-5 Februari 2020 lalu, dapat diindikasikan bahwa TIFA-TAPA tersebut mayoritas masih aktif. Salah satunya adalah TIFA di Desa Ngawis, Kec. Karangmojo yang menjadi salah satu kelompok yang mampu bertahan dalam memberikan layanan dan pendampingan kepada perempuan yang menjadi korban. Bahkan, TIFA Desa Ngawis juga dijadikan salah satu rujukan oleh instansi terkait (khususnya DP3AKBPMD Kab. Gunungkidul).

Selasa, 25 Februari 2020

Abdi Medsos


Masa depan media sosial (medsos) dengan segala efeknya belum jelas arahnya. Medsos telah terlalu kuat mengatur di berbagai sendi kehidupan kita. Tak sedikit pejabat lebih dekat jadi abdi medsos ketimbang abdi negara.


Beberapa tahun yang lalu banyak kalangan menyarankan agar pemerintah menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan publik. Kini, harapan itu mulai menampakkan hasil, sejumlah pejabat lebih responsif. Namun belakangan ada efek samping, tekanan-tekanan di medsos membuat pengambil kebijakan gamang dan cenderung merespons isu-isu di media yang belum tentu penting dibandingkan berfokus menangani masalah aktual. Satu dekade penggunaan media sosial di dunia kepemerintahan. Kini kritik mulai bermunculan.

Rentetannya menjadi panjang ketika media sosial (medsos) digunakan dalam politik dan kepemerintahan. Tak sedikit pejabat yang kemudian memilih sibuk di medsos karena, toh, atasannya juga sibuk di media ini. Mereka lebih tekun memantau medsos dan merencanakan aksi di dunia maya dibandingkan bekerja menangani masalah riil.

Siapa lagi yang peduli dengan panen padi dan stok pangan? Siapa pula peduli dengan masalah tuberkulosis? Siapa peduli dengan nasib bahasa daerah yang beberapa di antaranya nyaris punah?

Menurunkan Kasus Perselingkuhan dan KDRT dengan Adanya TIFA/TAPA/PPTPA


Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) bersama dengan kedutaan jepang melakukan kunjungan untuk monitoring program yang telah berjalan di 8 Desa di Gunungkidul. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu (4-5 Februari 2020). Delapan Desa yang dikunjungi antara lain Desa Karangmojo, Desa Semin, Desa Watusigar, Desa Natah, Desa Ngawis, Desa Kalitekuk, Desa Sambirejo dan Desa Kemiri.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memonitoring dampak dari proyek penguatan peran perempuan dalam politik pembangunan desa yang telah dilaksanakan pada 2015-2016. Hasil dari program ini adalah terbentuknya TIFA/TAPA/PPTA. TIFA (Tim Informasi dan Advokasi), TAPA (Tim Advokasi Perempuan dan Anak) dan PPTPA (Pos Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak) bertugas untuk melakukan pendampingan dan sosialisasi tentang permasalahan terkait pemberdayaan perempuan dan anak.

Selasa, 11 Februari 2020

Seleksi Nasional Young Leaders 2020



Telah tergabung 561 Pemimpin Muda YOULEAD yang berasal dari 81 kampus di Indonesia.

Kini YOULEAD hadir di 12 wilayah program. Medan, Padang, Palembang, Jakarta (Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung (Bandung, Jatinangor), Bogor, Semarang, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Malang.

YOULEAD (Prepare Young Leaders) adalah program kaderisasi pemimpin muda strategis berintegritas untuk mewujudkan Indonesia Berdaya.

YOULEAD merupakan program pengembangan kepemimpinan untuk membentuk pemimpin muda dengan profil Integritas yang kuat serta memiliki peran Strategis guna mewujudkan Indonesia Berdaya yang menjadi rujukan peradaban dunia.


Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya


Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.

Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi, tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.

Total empat bulan.

Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? Tidak!. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.

Minggu, 02 Februari 2020

Beasiswa Pelatihan Guru Ke Amerika Serikat

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) membuka kesempatan bagi guru-guru di Indonesia untuk mengikuti pelatihan ke Amerika Serikat. Pelatihan dilaksanakan selama lima bulan. Di sana guru akan mendapat kesempatan untuk melakukan praktik mengajar, obervasi kelas, hingga membuat proyek pembelajaran beberapa sekolah di sana.

Selama mengikuti kegiatan pelatihan, guru tidak akan dipungut biaya. AMINEF melalui program Fulbright Distinguished Awards In Teaching Program for International Teachers (Fulbright DAI) malah akan menanggung biaya meliputi:

  1. Seluruh biaya program pelatihan.
  2. Tiket keberangkatan dan kepulangan guru, sekaligus seluruh tiket domestik yang diperlukan selama pelatihan di Amerika.
  3. Biaya untuk membuat visa.
  4. Biaya pelatihan dan persiapan sebelum keberangkatan
  5. Biaya akomodasi, transportasi, dan konsumsi selama pelatiha.
  6. Biaya tunjangan hidup selama mengikuti program pelatihan.
  7. Asuransi kesehatan dan kecelakaan.

Rabu, 22 Januari 2020

Bukan Sekadar Bahan Bacaan, Buku Mampu Pengaruhi Perilaku Sosial Anda


Nationalgeographic.co.id - Setelah membaca artikel ini, mungkin Anda akan memutuskan untuk mulai membaca buku. Bukan tanpa alasan, sebuah penelitian oleh Kingston University di London, Inggris, mengungkapkan bahwa mereka yang gemar membaca buku memiliki perilaku dan hati yang baik.

Studi ini melibatkan 123 partisipan yang diuji berdasarkan kemampuan interpersonal—termasuk toleransi pada perasaan orang lain—dan perilaku adaptif dalam menolong orang lain. Hasilnya? Mereka yang hobi membaca buku memiliki empati yang tinggi dan beretika lebih baik dibandingkan dengan mereka yang gemar menonton televisi.

Penelitian tersebut bahkan menguraikan bahwa orang-orang yang senang menghabiskan waktu  dengan menonton televisi, kurang bersahabat dan kurang mau memahami lingkungan sekitarnya. Namun, kesimpulan ini tidak berlaku bagi semua orang yang hobi membaca buku. Sebab, pilihan buku yang Anda baca juga memiliki peran dan pengaruh dalam membentuk karakter emosional. Selain itu, penggemar buku fiksi memperlihatkan perilaku sosial yang lebih positif, dan penggemar buku novel romantis memiliki empati yang tinggi.

Rabu, 08 Januari 2020

Sesekali Ikutlah Jadi Relawan, Biar Kamu Semakin Mengerti Apa Arti Kemanusiaan

Dunia kerelawanan sangat erat dengan kata kemanusiaan. Karena relawan bukan hanya karena pelakunya adalah para manusia, melainkan sikap mereka yang benar benar menjadi seorang manusia sesungguhnya. Tidak ada pandangan yang membedakan siapa yang mesti ditolong ataupun mempertimbangkan latar belakang seseorang, tetapi murni melihat sebagai sesama makhluk Tuhan.

Hal ini tak hanya sebagai pengasah rasa empati kita, tetapi dengan terjun dalam dunia kerelawanan kita bisa lebih banyak belajar hal dari setiap tempat, orang, situasi yang umunya lebih susah daripada yang ktia hadapi sekarang. Beberapa hal yang akan membuatmu merasa bahwa dunia relawan setidaknya diikuti sekali dalam masa hidupmu. Yuk sama-sama diresapi, sebab Indonesia butuh lulusan dari orang-orang berjiwa kemanusiaan seperti ini.

Senin, 06 Januari 2020

BIOPORI, untuk Resapan Air dan Mengatasi Banjir


Apakah kamu tahu apa itu biopori? Atau kamu pernah membuat biopori sendiri di rumah? Kalau belum tahu apa itu biopori dan bagaimana cara membuatnya, kita belajar bareng-bareng yuk.

PENGERTIAN BIOPORI
Biopori biasa juga disebut dengan lubang resapan biopori merupakan lubang yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang memiliki fungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

Rabu, 01 Januari 2020

Kisah Ibu Rostina, Perempuan Disabilitas Penyintas Bencana di wilayah Pantai Barat Donggala


Ibu Tina, nama panggilan Ibu Rostina, salah seorang disabilitas tuna daksa (kakinya mengecil, sehingga tidak bisa menopang tubuhnya) sejak kecil diakibatkan karena polio. Beliau adalah salah satu perempuan pelaku usaha kecil yang juga penyintas bencana di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Meskipun dalam kondisi terbatas, beliau tetap berusaha bertahan mengelola warung kecilnya, karena beliau adalah satu-satunya pencari nafkah yang menghidupi keponakan dan ibu tirinya (yang sudah lansia). Sebelum bencana beliau memakai kursi roda dalam menjalankan aktivitas menjaga kios, tetapi setelah bencana beliau dibantu oleh keponakannya karena warungnya sempit dan modelnya panggung sehingga tidak bisa memakai kursi roda.