Tampilkan postingan dengan label Film Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2018

Ada Gempa? Jangan Lari!


A1.  Apa yang harus kita lakukan saat terjadi gempa? "Drop, Cover, Hold on" 
Saat terasa guncangan gempa jangan panik dan jangan terburu-buru berlari.
  1. Segera lakukan DROP atau berlutut. Tindakan ini akan membuat posisi tubuh kita lebih seimbang sehingga guncangan gempa tidak mudah menjatuhkan kita ke lantai. Posisi tubuh yang lebih seimbang juga memudahkan kita untuk mencari perlindungan. 
  2. Kemudian COVER atau lindungi kepala dan lehermu. Jika kamu berada dekat meja atau benda lain, merangkaklah masuk ke dalamnya sehingga kamu terlindung dari benda-benda yang berjatuhan. Bagi pengguna kursi roda, rem kursi rodamu, tetap merunduk dan lindungi kepala. 
  3. Setelahnya lakukan HOLD ON atau menunggu hingga guncangan gempa benar-benar berhenti. Jika kamu berlindung di bawah meja, berpeganganlah pada kaki meja sehingga meja tidak mudah bergeser. Tunggu sampai guncangan gempa benar-benar berhenti. 

Rabu, 20 September 2017

Kisah Sebatang Pohon Apel


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Senin, 28 Agustus 2017

"Bolehkah Aku Membeli Waktu Papa 1 jam saja?"


Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.

"Kok belum tidur?" sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
"Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?"
"Lho,tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?"
"Ah, nggak pa, aku sekedar pengin tahu aja…"
"Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,00 setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!"
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

Selasa, 08 November 2016

Petualangan Hanum-Rangga Menjawab Tanya 'Apakah Muslim Penemu Amerika?'


Hanum dan Rangga baru saja menyelesaikan tugas dari Amerika dan hendak bertolak kembali ke Wina, Austria. Namun, nyatanya tugas kerja itu berbuah menjadi misi besar bagi keduanya. Bos Hanum menitipkan misi baru kepadanya: menelusuri jejak harta karun misterius para pelaut muslim Cina yang berlayar ke Amerika, jauh sebelum Columbus tiba sebagaimana tertulis dalam sejarah.

Ini misi yang sangat menarik dan tantangan baru bagi Hanum. Ia dan Rangga pun terbang dari New York ke San Fransisco untuk menyelesaikan misi tersebut. Tidak sendirian, Hanum mengajak sahabatnya Azima Hussein untuk terlibat karena Azima memiiki sumber terpercaya untuk menemukan bukti-bukti pelayaran muslim Cina ke benua Amerika tersebut.