Tampilkan postingan dengan label Cinta di Atas Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta di Atas Cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2020

19 Tahun YSKK Berkarya


“Mathematics is the language in which God wrote the universe (Matematika adalah bahasa yang digunakan Tuhan dalam menuliskan alam semesta ini)” ~Galileo (1564-1642 AD) 

Hari ini tanggal 12 Mei 2020, yang bertepatan dengan hari ke-19 bulan Ramadhan 1441 H dan di tengah pandemi Covid-19 YSKK genap berusia 19 tahun. Sebuah kebetulan yang pasti sudah direncanakan oleh-NYA. 

19 tahun kepercayaan, 19 tahun kebersamaan, 19 tahun pengabdian kepada masyarakat, 19 tahun berbagi, 19 tahun kebahagiaan, 19 tahun mewujudkan impian yang menjadi kenyataan. 19 tahun YSKK berupaya untuk berinovasi membawa perubahan positif bagi masyarakat, memperkuat gerakan dan jangkauan dengan menjalin kerjasama multipihak, serta terlibat aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan bangsa secara berkelanjutan.

Filosofi Sumur


Jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering selalu ada air di dalamnya. Namun anehnya, kalau dalam satu hari saja airnya tidak ditimba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu tidak meningkat, sama seperti semula. Sumur yang tak pernah lagi diambil airnya, bahkan akan cenderung airnya kotor dan beracun sehingga tak layak diminum.

Inilah Hukum Alam...

Sabtu, 13 Juli 2019

Memory of 12 Years Marriage

"Keluarga yang baik dimulai dengan cinta, dibangun dengan kasih sayang,
dan dipelihara dengan kesetiaan..."

Bisa membuat keluarga bahagia adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup ini. Jika kita ikhlas dalam berupaya untuk kebahagiaan kehidupan keluarga, Tuhan akan memudahkan dan menunjukkan jalan terbaik-NYA.

Tak terasa 12 tahun sudah, kita mencoba merangkai bersama kebahagiaan keluarga. Meskipun banyak riak-riak permasalahan yang muncul dalam biduk rumah tangga kita, namun kita selalu berupaya untuk menghadapinya bersama, dan lebih mengeratkan lagi genggaman tangan kita.

Tijn Kolsteren, Penyintas Kanker yang Inspiratif


"NILAI HIDUP INI BUKAN PADA SEBERAPA BANYAK KITA DIKENAL ORANG DAN BERAPA LAMA KITA HIDUP, TETAPI SEBERAPA BANYAK ORANG YANG DAPAT KITA BAHAGIAKAN SELAMA KITA MENJALANI KEHIDUPAN"

Tijn Kolsteren, seorang anak Belanda (umur 5 tahun) pada tahun 2016 lalu, merasa tidak enak badan dan mual. Suhu badannya naik mencapai 41 derajat.

Setelah ke dokter, Tijn divonis menderita kanker ganas di otaknya. Dokter mengatakan bahwa kemo bisa dilakukan untuk memperpanjang usianya 1 atau 2 tahun. Orang tua Tijn tentu saja merasa sangat sedih. Si pasien Tjin sendiri tetap saja cerah ceria.

Pada saat kemo yg pertama di RS, Tijn bertanya kepada dokter, Apakah banyak anak yg menderita seperti dia?

"Iya....", kata dokter. Di seluruh dunia ada banyak anak kecil yang menderita seperti dia, tetapi tidak semua anak bisa ke dokter.

?????.. tanda tanya muncul di benak Tjin.

Memory of May 10th, 2019


"Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya (sebagai hamba Allah) di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf, dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?" (Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta)

Bertambahnya usia bukan berarti, menjadikan kita lebih paham akan segalanya. Terkadang kita mesti berhenti sejenak, merenung, dan mencoba berefleksi 'sudah sejauh manakah capaian dalam kehidupan kita?' Capaian yang tidak hanya menjadi simbol dalam kehidupan di dunia saja, namun bisa sebagai bekal dalam kehidupan yang hakiki nantinya. Double benefit, sekali action dua manfaat bisa terengkuh.