Tampilkan postingan dengan label Education For All (EFA). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education For All (EFA). Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Oktober 2021

YSKK Inisiasi PAUD Ramah Anak di Sukoharjo


REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) menginisiasi PAUD Ramah Anak di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan sasaran 264 lembaga PAUD. Langkah tersebut merupakan implementasi Program Organisasi Penggerak (POP) yang akan dilaksanakan pada 2021-2023 ini.

YSKK menjadi salah satu dari 156 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang lolos sebagai mitra pelaksana dalam POP Ditjen Kemendikbud Ristek.

POP merupakan salah satu bentuk kemitraan dan kegotongroyongan antara pemerintah dan ormas penggerak pendidikan untuk menemukan inovasi-inovasi yang bisa dipelajari lalu diterapkan dalam skala nasional. Program ini memiliki misi mencari jurus dan pola terbaik dalam memajukan pendidikan Indonesia.

Direktur Yayasan Satu Karsa Karya, Iwan Setiyoko mengatakan, program PAUD Ramah Anak di Kabupaten Sukoharjo sejalan dengan program Kabupaten Layak Anak (KLA) pada Pemenuhan Hak Anak (PHA), khususnya di klaster ke-4, yakni, Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya.

Minggu, 04 Agustus 2019

Pendaftaran Beasiswa ETOS.ID Tahun 2019

https://insan-sembada.blogspot.com/2019/08/beasiswa-etos-id-untuk-mahasiswa-s1-ini.html

Kabar baik bagi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah S1 di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri tahun ini. Beasiswa Etos ID 2019 dari Dhompet Dhuafa kembali dibuka. Beasiswa Etos ID merupakan nama baru dari Beastudi Etos yang menyediakan bantuan studi bagi para mahasiswa di sejumlah PTN mitra Etos ID, terutama bagi mereka dari keluarga kurang mampu.

Beasiswa Etos ID 2019 dibuka untuk mahasiswa di PTN rekomendasi Dompet Dhuafa di 2019, khususnya mahasiswa semester 2 akhir. Total ada 12 PTN yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Pendaftaran Beasiswa Etos ID sendiri dimulai 1 Agustus 2019.

Apa saja fasilitas yang disediakan Beasiswa Etos ID? Penerima beasiswa nantinya akan memperoleh support aktivitas bulanan (uang saku) selama 6 semester, bantuan biaya pendidikan (UKT) selama 6 semester, pembinaan berasrama (1 tahun), peningkatan kemampuan bahasa asing (Arab dan B. Inggris), pendampingan mentor (akademik dan organisasi), pembekalan fisik (bela diri), training pengembangan diri, dan juga persiapan karir.

Minggu, 20 Januari 2019

Beasiswa S1 Aktivis Nusantara 2019 untuk 22 Kampus Indonesia


Beasiswa Aktivis Nusantara ini disediakan Dompet Dhuafa di 18 kampus PTN Indonesia bagi para aktivis mahasiswa. Di antaranya UNAND, UNP, UNSRI, UNJ, UI, IPB, ITB, UNPAD, UPI, UGM, UPN Veteran Yogyakarta, UNY, UNS, ITS, UNAIR, UNESA, UPN Veteran Jawa Timur, UNDIP, UNNES, UB, UM, dan UNTAN. Anda yang bergelut di dunia aktivis tampaknya harus memanfaatkan beasiswa Dompet Dhuafa ini dengan baik.

Melalui Seleksi Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) 2019, Dompet Dhuafa menyediakan 75 kursi beasiswa. Kandidat terpilih akan memperoleh beasiswa senilai Rp 800 ribu/bulan selama satu tahun. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk dukungan aktivitas mahasiswa. Selain dana beasiswa, juga tersedia fasilitas pengembangan diri berupa pelatihan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) sebulan, magang kemanusiaan di daerah 3T, executive mentoring dengan tokoh nasional dan daerah, pelatihan kepemimpinan dengan tokoh-tokoh inspiratif, bimbingan dari aktivis senior di masing-masing wilayah, serta jaringan nasional dan internasional. Selain itu diberikan pembinaan rutin setiap bulan dan wadah kontribusi di masing-masing wilayah.

Senin, 03 September 2018

Beasiswa Mahaghora 2018 buat Siswa SMA/SMK ke S1, D3 (Batch 2)


Pendaftaran Beasiswa Mahaghora 2018 kembali dibuka untuk  batch 2 periode yang baru perkuliahan 2019. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa lulusan SMA/SMK dan sederajat di Tanah Air maupun bagi siswa/siswi SMA/SMK/sederajat kelas 12 tahun ajaran 2018/2019. Sasaran dari beasiswa Mahaghora adalah siswa kurang mampu yang mengalami kendala biaya studi untuk melanjutkan ke jenjang S1 atau D3.

Beasiswa Mahaghora menanggung biaya kuliah mulai dari semester 1 s/d maksimal semester 8 serta biaya pendaftaran kuliah. Biaya yang tidak termasuk dalam beasiswa di antaranya biaya hidup, akomodasi, buku, praktik, dan keperluan kuliah lainnya. Sekitar 3 - 4 orang kandidat akan dipilih sebagai penerima Beasiswa Mahaghora.

Rabu, 20 September 2017

Kisah Sebatang Pohon Apel


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Rabu, 26 Oktober 2016

Pentingnya Pendidikan Karakter

Pembelajaran Baik Sistem Pendidikan di Finlandia


"Untuk anak usia dini atau pendidikan dasar, kami mencoba pengembangan kepribadian siswa, bukan skill, bukan belajar konten kurikulum yang spesifik. Kami kembangkan kepribadian sepenuhnya, belajar mengetahui dunia, belajar mengenal perbedaan mata pelajaran, juga kehidupan sosial, kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, itu sangat penting untuk anak-anak muda." Prof. Erno August Lehtinen, guru besar pendidikan dari Universitas Turku, Finlandia.


Jakarta - Sistem pendidikan di Finlandia: sedikit pekerjaan rumah, sedikit waktu di dalam kelas, lebih banyak bermain, tak ada ujian nasional (UN) dan sebagainya. Namun, menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Bagaimana bisa?
Pada akhir pekan lalu, detikcom berkesempatan melakukan wawancara dengan Profesor Erno August Lehtinen, guru besar pendidikan dari Universitas Turku, Finlandia. Dia pun memaparkan jatuh bangun Finlandia membangun sistem pendidikan yang terkesan paradoks dengan sistem pendidikan di kebanyakan negara Asia. 

"Ya, pendidikan dasar di Finlandia berbeda dengan negara lain. Kami sangat menghargai anak-anak bermain bebas dan melakukan hal-hal lain dari pada hanya duduk di kelas. Ini pada awal-awal tingkat sekolah," kata Profesor Erno Lehtinen, guru besar pendidikan dari Universitas Turku Finlandia. 

Rabu, 28 September 2016

Paradigma Baru Pendidikan Inklusif

Beberapa dasawarsa terakhir, banyak upaya yang dilakukan dunia untuk menciptakan pendidikan universal dalam rangka pemenuhan hak dasar pendidikan bagi semua anak. Pada tahun 1980-an, pertumbuhan pendidikan universal tidak hanya melambat, tetapi di banyak negara bahkan berbalik arah. Diakui bahwa ‘pendidikan untuk semua’ tidak terjadi secara otomatis (Stubbs, 2002:16).

Deklarasi Dunia Jomtien 1990 di Thailand tentang pendidikan untuk semua, mencoba menjawab tantangan yang ada dengan melangkah lebih jauh dari sekedar Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Dinyatakan bahwa terdapat kesenjangan pendidikan, kelompok tertentu rentan akan diskriminasi dan ekslusi, yaitu anak perempuan, orang miskin, anak jalanan dan anak pekerja, penduduk pedesaan dan daerah terpencil, etnis minoritas dan kelompok-kelompok lainnya termasuk penyandang cacat. Dalam pasal II ayat 5 Jomtien dipertegas bahwa ‘langkah-langkah yang diperlukan perlu diambil untuk memberikan akses ke pendidikan yang sama kepada setiap kategori penyandang cacat sebagai bagian yang integral dari system pendidikan’ (Stubbs, 2002:16).

Instrumen internasional yang mendorong gerakan menuju pendidikan inklusif, terus digulirkan. Tahun 1994 dikeluarkan Pernyataan Salamca dan Kerangka Aksi tentang Pendidikan Kebutuhan Khusus, yang hingga saat ini masih merupakan dokumen internasional utama tentang prinsip-prinsip dan praktik pendidikan inklusif. Stubbs (2002:17) mengutip beberapa konsep inti inklusi dari pernyataan Salamanca, antara lain: (1) anak-anak memiliki keberagaman yang luas dalam karakteristik dan kebutuhannya, (2) perbedaan itu normal adanya, (3)  sekolah perlu mengakomodasi semua anak, (4) anak penyandang cacat seyogyanya bersekolah di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, (5) partisipasi masyarakat itu sangat penting bagi inklusi, (6) pengajaran yang terpusat pada diri anak merupakan inti dari inklusi, (7) kurikulum yang fleksibel seyogyanya disesuaikan dengan anak, bukan kebalikannya, (8) sekolah inklusif memberikan manfaat untuk semua anak karena membantu menciptakan masyarakat yang inklusif, (9) inklusi meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya pendidikan.

Rabu, 21 Mei 2014

Pendidikan Indonesia Berada di Zona Merah

“Pendidikan adalah senjata paling kuat yang bisa Anda gunakan untuk mengubah dunia...” (Nelson Mandela)

Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit, haruslah daya imunitasnya ditingkatkan, satu di antara upayanya adalah melalui vaksinasi. Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya, yaitu: (i) kemiskinan; (ii) ketidaktahuan; dan (iii) keterbelakangan beradaban. Bagaimana caranya menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya adalah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial.

Selain sebagai vaksin sosial, pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial. Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga kita terhindari dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial. Pendidikan merupakan jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan.