Masa depan media sosial (medsos) dengan segala efeknya belum jelas
arahnya. Medsos telah terlalu kuat mengatur di berbagai sendi kehidupan
kita. Tak sedikit pejabat lebih dekat jadi abdi medsos ketimbang abdi
negara.
Beberapa tahun yang lalu banyak kalangan menyarankan agar pemerintah menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan publik. Kini, harapan itu mulai menampakkan hasil, sejumlah pejabat lebih responsif. Namun belakangan ada efek samping, tekanan-tekanan di medsos membuat pengambil kebijakan gamang dan cenderung merespons isu-isu di media yang belum tentu penting dibandingkan berfokus menangani masalah aktual. Satu dekade penggunaan media sosial di dunia kepemerintahan. Kini kritik mulai bermunculan.
Rentetannya
menjadi panjang ketika media sosial (medsos) digunakan dalam politik
dan kepemerintahan. Tak sedikit pejabat yang kemudian memilih sibuk di
medsos karena, toh, atasannya juga sibuk di media ini. Mereka lebih
tekun memantau medsos dan merencanakan aksi di dunia maya dibandingkan
bekerja menangani masalah riil.
Siapa
lagi yang peduli dengan panen padi dan stok pangan? Siapa pula peduli
dengan masalah tuberkulosis? Siapa peduli dengan nasib bahasa daerah
yang beberapa di antaranya nyaris punah?