Kamis, 04 Oktober 2018

Update Terbaru (03 Oktober 2018) Gempa dan Tsunami Palu-Donggala



Rangkaian gempa bumi dengan magnitudo hingga 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah dan menimbulkan tsunami di perairan Palu dan sekitarnya, Jumat (28/9/2018). Berbagai bangunan, seperti rumah warga, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan lainnya rusak parah, ambruk sebagian atau seluruhnya dan tersapu gelombang. Jembatan Ponulele yang menjadi ikon Kota Palu roboh setelah diterjang gelombang tsunami. Sementara itu, jalur trans Palu-Poso-Makasar tertutup longsor.

Ratusan orang meninggal dunia. Masih banyak yang hilang dan belum ditemukan. Puluhan hingga ratusan orang diperkirakan belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan. Sementara itu ribuan orang mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Mereka kekurangan makanan dan pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak).

Landasan pacu Bandara mutiara Sis Al jufri di Palu Selatan, Sulawesi Tengah, rusak sepanjang 400 meter hingga tidak bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 dan Airbus. Landasan bandara tersebut hanya bisa didarati pesawat jenis ATR. Saat ini bandara di Palu masih ditutup dari penerbangan komersial. Karena selain landasan pacu rusak, menara pengatur lalu lintas udara (ATC) juga rusak, sehingga sistem navigasi tak berfungsi. Meskipun status bandara ditutup, bandara bisa dioperasikan khusus bagi pesawat Hercules untuk membawa bantuan dan perlengkapan teknis.

Jaringan komunikasi terputus karena 431 dari 3.007 Base Tranceiver Station (BTS) di Sulawesi Tengah atau 14,33% tidak berfungsi karena terhentinya pasokan listrik. Selain itu ada beberapa link jaringan telekomunikasi dari Palu ke Santigi, ke Mamuju, dan ke Poso terputus akibat gempa bumi. Wilayah Palu dan Donggala juga gelap gulita. Tujuh gardu induk PLN padam usai diguncang gempa, dan kini baru dua gardu induk yang bisa dihidupkan kembali. 

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala terus bertambah, dan proses pencarian dan evakuasi dilakukan. Berdasarkan data yang sudah dihimpun melalui aktivis kemanusiaan Loves Dompet Dhuafa berdasarkan BNPB Rabu (3/10) data terbaru sampai pukul 13.00 wib, sudah terdapat 1.407 orang meninggal dunia para korban tersebut berada di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Sementara itu korban luka berat sudah mencapai 2.549 orang dan masih menjalani perawatan di rumah sakit dan untuk korban hilang tercatat sebanyak 113 orang.

Di sisi lain terdapat jumlah pengungsi tercatat 70.821 orang. Mereka mengungsi di 141 titik pengungsian. Jalur evakuasi yang jauh, minimnya armada evakuasi karena keterbatasan BBM, dan juga kondisi jasad korban yang mulai berbau, serta dipenuhi belatung, menjadi tantangan tersendiri.

Untuk meringankan duka saudara sesama di Sulawesi Tengah, Dompet Dhuafa membuka donasi kemanusiaan #LoveSulawesi melalui rekening 340.350.666.5 (BNI Syariah)237.304.7171 (BCA), 101.000.647.5733 (Mandiri), a.n Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Mari kita bentangkan kebaikan untuk meringankan duka sesama yang tengah tertimpa bencana gempa bumi dan tsunami.


Sumber:
1.  Infostrip Gempa Palu 03102018 - #03 Laporan Situasi 03/10/2018 Dompet Dhuafa
2.  www.republika.co.id
3.  www.dompetdhuafa.org





Tidak ada komentar:

Posting Komentar