Tampilkan postingan dengan label Palu dan Donggala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palu dan Donggala. Tampilkan semua postingan
Senin, 22 Oktober 2018
Gempa, Tsunami, Likuifaksi, dan Revolusi Kurikulum
Bencana gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah tidak hanya meninggalkan jejak duka mendalam, tetapi sekaligus seharusnya mengingatkan kita kembali betapa materi atau kurikulum pendidikan harus direvolusi, berubah orientasi dari pengetahuan yang sebagian tidak jelas tujuannya menjadi pengajaran ilmu aplikatif, dan jelas manfaatnya dalam kehidupan. Ungkapan saya mungkin terdengar lancang, tapi bukan tanpa alasan. Indonesia membutuhkan perubahan sesegera mungkin dan tidak boleh ditunda terkait pendidikan.
Sebelum membahas lebih lanjut, izinkan saya kembali pada memori tsunami di Aceh. Saat itu, menurut cerita suami yang bertugas di sana, seorang jurnalis dari stasiun televisi NHK Jepang yang ditemui menyimpulkan betapa sebagian besar masyarakat Aceh sama sekali tidak tahu apa pun tentang tsunami. Sebagian lagi bahkan baru pertama kali dalam hidup mendengar istilah tsunami.
Kamis, 18 Oktober 2018
Ada Gempa? Jangan Lari!
A1. Apa yang harus kita lakukan saat terjadi gempa? "Drop, Cover, Hold on"
Saat terasa guncangan gempa jangan panik dan jangan terburu-buru berlari.
Saat terasa guncangan gempa jangan panik dan jangan terburu-buru berlari.
- Segera lakukan DROP atau berlutut. Tindakan ini akan membuat posisi tubuh kita lebih seimbang sehingga guncangan gempa tidak mudah menjatuhkan kita ke lantai. Posisi tubuh yang lebih seimbang juga memudahkan kita untuk mencari perlindungan.
- Kemudian COVER atau lindungi kepala dan lehermu. Jika kamu berada dekat meja atau benda lain, merangkaklah masuk ke dalamnya sehingga kamu terlindung dari benda-benda yang berjatuhan. Bagi pengguna kursi roda, rem kursi rodamu, tetap merunduk dan lindungi kepala.
- Setelahnya lakukan HOLD ON atau menunggu hingga guncangan gempa benar-benar berhenti. Jika kamu berlindung di bawah meja, berpeganganlah pada kaki meja sehingga meja tidak mudah bergeser. Tunggu sampai guncangan gempa benar-benar berhenti.
Kamis, 04 Oktober 2018
Update Terbaru (03 Oktober 2018) Gempa dan Tsunami Palu-Donggala
Rangkaian gempa bumi dengan magnitudo hingga 7,4 mengguncang
Sulawesi Tengah dan menimbulkan tsunami di perairan Palu dan sekitarnya, Jumat
(28/9/2018). Berbagai bangunan, seperti rumah warga, pusat perbelanjaan, hotel,
rumah sakit, dan bangunan lainnya rusak parah, ambruk sebagian atau seluruhnya
dan tersapu gelombang. Jembatan Ponulele yang menjadi ikon Kota Palu roboh
setelah diterjang gelombang tsunami. Sementara itu, jalur trans Palu-Poso-Makasar
tertutup longsor.
Ratusan orang meninggal dunia. Masih banyak yang hilang dan
belum ditemukan. Puluhan hingga ratusan orang diperkirakan belum dievakuasi
dari reruntuhan bangunan. Sementara itu ribuan orang mengungsi karena kehilangan
tempat tinggal. Mereka kekurangan makanan dan pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak).
Langganan:
Postingan (Atom)

