Kamis, 25 Maret 2021

YSKK Serahkan Stimulan Modal Usaha di Pasigala

Dokumentasi Proyek SERP Pasigala, Sulteng (Maret-Oktober 2019)

 


Palu, Metrosulawesi.id –
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat korban bencana. Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK)  menyerahkan bantuan dana stimulan modal usaha bagi perempuan penyintas di Palu, Sigi dan Donggala.

Kegiatan tersebut berlangsung di kompleks Hunian sementara (Huntara) Dupa Kelurahan Layana Indah Kecamatan Mantikulore Kota Palu, Kamis 4 Juli 2019.

Koordinator Proyek Sulawesi Early Recovery Phase (SERP) YSKK, Iwan Setiyoko mengungkapkan sejak dilakukan inisiasi proyek tahap pembangunan awal Sulawesi. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan maksimal dalam hal penyaluran dana stimulan modal usaha.

“Jadi, apa yang kami lakukan dari pertama, tahap mulai assement hingga sampai pada perekrutan, kemudian dibentuklah dua kelompok usaha, khusus di Huntara Dupa Layana Indah dengan jumlah anggota 87 orang,” ungkapnya.

Kamis, 18 Maret 2021

Perempuan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Butuh Solusi Pemasaran


Dampak pandemi terhadap sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang digerakkan perempuan ternyata lebih terasa. Sejumlah program bantuan dan penyelamatan usaha dilakukan, tetapi banyak yang dinilai tidak tepat sasaran. Salah satunya dibuktikan melalui riset Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) pada kelompok usaha kecil dampingan mereka di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Iwan Setiyoko, Direktur YSKK mengatakan, pangkal permasalahan ada pada data. Sejak lama, data menjadi celah yang membuat program pemerintah tidak tepat sasaran, dan pandemi memperparah dampak salah data tersebut. 

"Temuan kami di lapangan, permasalahan muncul karena data yang tidak sinkron, antara dari dinas dan data di lapangan, sehingga banyak dari teman-teman dampingan perempuan pelaku usaha tidak terdata di dinas terkait,” kata Iwan kepada VOA.

Karena data yang tidak sinkron, lanjut Iwan, program lanjutan seperti penguatan kapasitas menjadi tidak tepat sasaran. Banyak perempuan pelaku usaha yang benar-benar memiliki produk, justru tidak masuk dalam program itu.

Rabu, 03 Februari 2021

“Kelentingan” Perempuan Sektor Informal di Masa Pandemi


"Usaha saya sabun langis. Ia merupakan produk olahan minyak jelantah yang diolah menjadi sabun cuci ramah lingkungan. Selama ini saya jual dari mulut ke mulut saja. Kini, saya pasang melalui on line. Nggak kebayang sebelumnya sih. Dengan bantuan pedamping, produk saya ada di Tokopedia. Sekarang, saya mampu mengunggah produk, meningkatkan promosi sampai mengelola pesanan”, ungkap Yomi Windi Asni, warga Bantul, Yogyakarta. Ia menjadi bagian program kerjasama Tokopedia, Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK) melalui Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif.

Pengalaman senada, Monita, perempuan muda kab. Maros, Sulawesi Salatan, mengembangkan pembibitan jamur, sesuai keahliannya sebagai mahasiswa biologi. Pandemi ini mendorongnya untuk jeli membaca pasar dan mengembangkan produk. “Anak muda tertantang dengan kondisi pandemi. Pasar yang tidak normal menjadi tes nyata produk yang sedang dikembangkan. Begitu pasar menurun, saya cepat mengganti bisnis. Yang penting coba saja…”, ungkapnya pada penulis. Kini, anak muda berduyun-duyun menciptakan kerja. Hasil survei kewirausahaan -sebelum Cofid-19- dalam “The Asia Pasicif Entreprenership Insight survey 2019” oleh Herbalife menyebutkan tujuh dari sepuluh (71%) anak muda berkeinginan memiliki usaha. Monita reprentasi perempuan muda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang dimentor ASPPUK, melalui program “Empowering Youth For Works”, bekerjasama OXFAM.

Covid-19 menimpa kehidupan kita selama sembilan bulan. Kondisi ini memberi pelajaran penting bagi kehidupan perempuan pelaku usaha mikro atau dikenal sektor informal. Seringkali pandemi memaksa keadaan untuk berubah. Bila tidak, secepatnya akan tergilas. Itulah yang kini dialami perempuan pelaku sektor informal terhadap berbagai tantangan baik teknis dan kultural termasuk ketidakadilan gender. Secara umum, persoalan perempuan pelaku sektor informal berat. Bila sebelum pandemi, mereka menjalankan beban usaha dan tugas rumah tangga sekaligus, kini saat PSBB (pembatasan berskala besar) diberlakukan, bebannya bertambah. Karena di masyarakat patriarkhal, meski perempuan telah menjalankan aktifitas ekonomi, tugas domistik tak berkurang. Pasangan suami sulit berbagi tugas dengannya.

Selasa, 02 Februari 2021

PEMBINA(SA)AN KOPERASI


Ketika penulis lakukan survei kecil-kecilan kepada orang awam tentang koperasi, kebanyakkan dari mereka melihatnya koperasi itu identik dengan usaha skala kecil,  simpan pinjam, dan sebagai tempat penyaluran bantuan.

Kalau dilihat dari masalah cara pandang yang paling menonjol adalah koperasi diidentikkan dengan usaha kecil kecilan.  Bahkan cara pandang ini sudah merasuk ke pemimpin republik ini.

Ini dapat dilihat dari penamaan sebuah kementerian. Koperasi dikapling secara permanen sebagai obyek pembina(sa)an sebuah kementerian, yaitu Kementerian Koperasi Dan UKM. Sudah berjalan sejak lebih setengah abad silam.

Kementerian ini dari dulu kerjanya membuat proyekan. Bikin aktifitas yang tak berguna hingga habis ratus trilyunan.

Sementara,  pekerjaan penting untuk hapuskan peraturan yang menghambat perkembangan koperasi malah tidak dipedulikan.

UMKM Center Jateng, Sebagai Pusat Penguatan Daya Saing Koperasi & UMKM


UMKM Center merupakan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dibawah pengelolaan Dinas Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan daya saing Koperasi dan UMKM melalui penyediaan informasi bisnis, pendampingan usaha, fasilitas pembiayaan, pusat promosi, galeri pemasaran dan pengembangan jaringan usaha. Bertempat di Jalan Setiabudi 192 Srondol Wetan Banyumanik Semarang.

UMKM Center Jawa Tengah bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik bagi KUMKM dalam mengembangkan usahanya sebagai "PUSAT BELANJA SOUVENIR DAN MAKANAN KHAS JAWA TENGAH".

Adapun layanan yang diberikan oleh UMKM Center Jateng di antaranya:
  1. Pusat Informasi Usaha, menyediakan informasi yang diperlukan untuk memulai usaha (start up business), menjalankan usaha termasuk diantaranya teknologi tepat guna yang dipakai dalam mengembangkan usaha.
  2. Konsultasi Bisnis UMKM, didampingi oleh konsultan pendamping UMKM berkompeten yang akan membimbing dan mendampingi UMKM dari sisi manajemen dan teknis.
  3. Layanan Akses Pemasaran, bekerjasama dengan Kadin Indonesia dan pihak terkait yang menyediakan informasi pasar termasuk menjalin kemitraan dengan International Trade Promotion Center – ITPC yang ada di luar negeri.
  4. Business Matching dan Trading House, bekerjasama dengan perusahaan retail besar dalam bidang pemasaran dan membantu pembuatan kontrak dagang bagi KUMKM.

Jumat, 29 Januari 2021

SDGs Desa; Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dari Desa

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk dunia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. Sebagai bagian dari upaya untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan nasional (SDGs Nasional) hingga ke tingkat desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menerbitkan Permendesa PDTT No. 13 Tahun 2020 yang berfokus pada SDGs desa. Dalam regulasi ini diatur tentang prioritas penggunaan dana desa pada tahun 2021 yang juga fokus terhadap upaya pencapaian SDGs. Permendesa PDTT Nomor 13 tahun 2020 ini dilatarbelakangi pemikiran terkait dengan model pembangunan nasional yang didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 terkait dengan pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan.

Apa itu SDGs Desa?
SDGs Desa merupakan upaya konkret dalam membangun bangsa. SDGs Desa adalah turunan dari Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan atau SDGs Nasional. Tujuannya adalah agar SDGs nasional dapat tercapai melalui upaya pencapaian SDGs desa secara terpadu.

Selasa, 20 Oktober 2020

Yayasan Satu Karsa Karya Membutuhkan Tenaga Fasilitator Program Pemberdayaan Masyarakat di Gunung Kidul dan Sragen

 


Yayasan Satu Karsa Karya adalah sebuah NGO (Non-Government Organization) yang bekerja untuk pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan dan anak. Kami mengundang anda untuk bergabung bersama kami sebagai Fasilitator Program Pemberdayaan Masyarakat di wilayah dampingan YSKK (Gunung kidul dan Sragen).

Kualifikasi Umum:

  • Pria/Wanita
  • Pendidikan minimal S1 semua jurusan
  • Pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang pemberdayaan masyarakat (sektor pertanian lebih diutamakan)
  • Berdomisili di Soloraya