Senin, 07 November 2016

Kisah Inspirasi : Belajar dari Ketulusan Seorang Tukang Ledeng


Suatu hari, pimpinan Mercedes Benz, sebut saja Mr.Benz menelpon seorang tukang ledeng yang direkomendasikan oleh temannya untuk memperbaiki kran air di rumahnya yang saat itu bocor. Temannya bilang kalau tukang ledeng yang satu ini bisa diandalkan. Ketika dihubungi oleh Mr.Benz, ternyata sang tukang ledeng tersebut sedang banyak pekerjaan dan baru bisa datang dua hari lagi. Akhirnya Mr.Benz pun setuju untuk menunggu 2 hari.

Keesokan harinya, sang tukang ledeng menghubungi Bos Mercy tersebut untuk sekedar menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu 1 hari lagi, sang Bos Mercy pun terkesan atas pelayanan dan cara berbicara sang tukang ledeng itu. Pada hari yang telah disepakati, sang tukang ledeng pun datang ke rumah Bos Mercy untuk memperbaiki kran rumahnya yang bocor. Setelah diutak-atik sana dan sini, kran pun selesai diperbaiki dan sang tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.

Meski tugasnya sudah selesai, namun sekitar 2 minggu setelah itu, sang tukang ledeng menghubungi kembali Mr.Benz untuk sekedar menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah?

Foodstartup Indonesia Temukan Pebisnis Kuliner, Pakar, dan Pemodal


Foodstartup Indonesia merupakan event yang digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, dimana pada event tersebut para pemula di industri kuliner bakal dipertemukan dengan professional di bidang kuliner, serta pemberi akses permodalan.

Untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, Foodstartup Indonesia 2016 ini rencananya akan diselenggarakan di Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 28 – 30 November 2016 di The Alana Yogyakarta Hotel & Covention Center. Event ini menjadi ajang pelatihan, pembekalan, validasi ide, mentorship, dan pitching sebagai persiapan tahap perkembangan berikutnya.

Pada event Foodstartup Indonesia 2016 ini akan disaring sekitar 50 foodstartup dari Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kriteria produk kuliner yang menarik, tentunya mengutamakan unsur kreativitas dan menggunakan unsur teknologi dalam pengolahan atau pemasarannya.

Minggu, 06 November 2016

Ponsel Mengandung Banyak Bakteri Lho!


PONSEL, seakan menjadi kebutuhan pokok saat ini. Hampir semua orang tak bisa melepas diri dari ponsel. Terlebih, saat terdapat berbagai macam ponsel canggih. Dimana, segala kebutuhan dapat didapat dengan mudah. Baik kebutuhan berupa informasi maupun hiburan. Meski begitu, di balik kecanggihan ponsel, ternyata hal lain yang cukup berbahaya. Apakah itu? Menurut penelitian, setiap satu inci persegi, perangkat mobile mengandung sekitar 25 ribu kuman.
 
Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa perangkat mobile merupakan salah satu benda yang tidak higienis. Bahkan perangkat mobile dianggap lebih kotor dibandingkan dudukan toilet sekalipun. Sebagian orang menyadari bahwa ponsel yang digunakan merupakan salah satu sarang kuman, akan tetapi diperkirakan tidak sedikit pula yang belum mengetahui informasi ini.

Rabu, 26 Oktober 2016

Pentingnya Pendidikan Karakter

Pembelajaran Baik Sistem Pendidikan di Finlandia


"Untuk anak usia dini atau pendidikan dasar, kami mencoba pengembangan kepribadian siswa, bukan skill, bukan belajar konten kurikulum yang spesifik. Kami kembangkan kepribadian sepenuhnya, belajar mengetahui dunia, belajar mengenal perbedaan mata pelajaran, juga kehidupan sosial, kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, itu sangat penting untuk anak-anak muda." Prof. Erno August Lehtinen, guru besar pendidikan dari Universitas Turku, Finlandia.


Jakarta - Sistem pendidikan di Finlandia: sedikit pekerjaan rumah, sedikit waktu di dalam kelas, lebih banyak bermain, tak ada ujian nasional (UN) dan sebagainya. Namun, menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Bagaimana bisa?
Pada akhir pekan lalu, detikcom berkesempatan melakukan wawancara dengan Profesor Erno August Lehtinen, guru besar pendidikan dari Universitas Turku, Finlandia. Dia pun memaparkan jatuh bangun Finlandia membangun sistem pendidikan yang terkesan paradoks dengan sistem pendidikan di kebanyakan negara Asia. 

"Ya, pendidikan dasar di Finlandia berbeda dengan negara lain. Kami sangat menghargai anak-anak bermain bebas dan melakukan hal-hal lain dari pada hanya duduk di kelas. Ini pada awal-awal tingkat sekolah," kata Profesor Erno Lehtinen, guru besar pendidikan dari Universitas Turku Finlandia. 

Senin, 24 Oktober 2016

Masihkah Pekerja Perempuan Terdiskriminasi?

"Apakah dengan banyaknya perempuan yang sudah bekerja di berbagai bidang, dan adanya Undang-Undang Tenaga Kerja Nomor 13 tahun 2003 yang memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja, sudah menjamin terpenuhinya hak-hak dasar dan tidak ada diskriminasi terhadap pekerja perempuan? BELUM!" tegas Ibu Rani Ratnaningdyah, SH. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah dalam sambutan dan pembukaan pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) 'Peningkatan Partisipasi Perempuan di Lembaga Swasta' di RM. Sederhana Sukoharjo, Kamis (20/10).

FGD yang diadakan oleh BP3AKB Jateng dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) Wilayah Jawa ini difasilitasi oleh Iwan setiyoko dan Lusiningtias, pegiat dari YSKK Solo. Tujuan dari FGD ini adalah untuk: Pertama. Meningkatkan kapasitas Perempuan khususnya perempuan yang bekerja di sektor swasta/UMKM dalam menganalisa persoalan dan potensinya dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan Negara; Kedua. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan perempuan mengenai konsep gender dan hak-hak perempuan khususnya perempuan yang bekerja di sektor swasta/UMKM (sektor formal dan informal); Ketiga. Membangun kesadaran kritis perempuan dan pemangku kebijakan/stakeholder terkait untuk mendorong kebijakan yang responsif gender khususnya bagi pekerja perernpuan baik formal maupun informal.

Senin, 17 Oktober 2016

The Highest Result of Tolerance is Respect and Social Relations


Oleh: dr. Gamal Albinsaid

Bismillahirrahmanirrahim...

Dua hari lalu, sebelum saya menerima penghargaan Empowering people Award dari Siemens di Jerman, salah seorang panitia mendatangi saya untuk menanyakan cara bersalaman diatas panggung karena pimpinan mereka adalah seorang wanita. Mereka menghormati ketika tahu saya tidak bersalaman dengan wanita karena tidak ingin bersentuhan dengan yang bukan muhrim saya. Saya cukup menempelkan kedua tangan saya, lalu menyapa mereka tanpa menyentuh tangannya. Mereka mengatur itu diatas panggung agar saya merasakan kenyamanan. Itulah toleransi.

Di perjalanan ke Inggris untuk kunjungan ke 15 perusahaan, pernah saya menaiki pesawat yang tidak menyediakan makanan halal. Setelah saya sampaikan kepada mereka saya hanya bisa makan makanan halal, mereka mencari sebuah mie instan yang memiliki label halal untuk saya. Itulah toleransi.

Anggaran Desa yang Responsif Gender, Mungkinkah?

Untuk menganalisa dokumen desa, menurut Pak Sunarjo (Pegiat IDEA Yogyakarta), seseorang harus tahu dan paham kondisi desa yang sebenarnya. "Sehingga kita tahu mengapa program dan kegiatan ini bisa muncul di APBDes. Karena setiap rencana pembangunan desa dimulai dari musyawarah dusun dan musyawarah desa," terangnya dalam diskusi.

"Misalnya mau menganalisa APBDes yang berperspektif kelompok rentan, tentu kita harus tahu jumlah dan jenis kelompok rentan yang ada di desa tersebut," imbuhnya dalam In House Training (IHT) di YSKK Surakarta, Selasa (11/10) lalu. IHT yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas badan pelaksana YSKK ini membahas tentang bagaimana membaca dan menganalisa dokumen desa yang responsif gender. Kegiatan dilaksanakan selama sehari penuh di Kantor YSKK, Kartosuro, Sukoharjo.