Senin, 05 Juni 2017

Puasa untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Selamat Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2017


Pada dasarnya semua makhluk hidup membutuhkan makanan untuk bertahan hidup, sederhananya makanan seperti bahan bakar kendaraan, tanpa bahan bakar maka kendaraan tidak akan bisa berjalan. Manusia mungkin hanya dapat bertahan hidup selama beberapa hari saja tanpa makan dan minum, tetapi beberapa hewan ini dapat bertahan hidup dalam waktu bulanan bahkan puluhan tahun. Di alam semua makhluk hidup mengikuti irama Sunatullah yang kita kenal dengan rantai makanan.

Pada tiap jaring makanan, energi akan hilang setiap kali memakan satu organisme lain. Karena itu, harus ada lebih banyak tanaman dari ada pemakan tumbuhan. Harus ada lebih banyak pemakan tumbuhan daripada pemakan daging. Meskipun ada persaingan yang ketat antara hewan, ada juga saling ketergantungan. Bila salah satu spesies punah, hal itu dapat mempengaruhi seluruh rantai spesies lain dan memiliki konsekuensi tak terduga.

Rabu, 11 Januari 2017

Soal Kemampuan, Inilah Jawaban Elegan dari Tukang Bakso


Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk mengurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai.

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk mengurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik-rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor, terdengar suara tek… tek… tek… Suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat, saya hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso, setelah menanyakan anak-anak, siapa yang mau bakso? “Mau,” secara serempak dan kompak anak-anak asuh saya menjawab.

Senin, 19 Desember 2016

Revolusi ELANG


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang.

Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari.

Minggu, 18 Desember 2016

10 Skill Sumber Daya Manusia yang Dibutuhkan di Masa Depan


Memasuki babak baru era revolusi industri keempat di tahun 2020 mendatang, menurut prediksi, muncul beberapa tren kecanggihan teknologi yang menggeser peran manusia, perkembangan media komunikasi yang begitu pesat, komunitas yang semakin besar, dan terhubungnya setiap manusia secara global di ranah digital.

Perkembangan teknologi ini akan mengubah cara kita hidup dan bekerja. Beberapa pekerjaan akan hilang dan akan muncul profesi baru yang bahkan saat ini tidak ada.
Seperti yang kita rasakan beberapa tahun belakangan ini, gempuran teknologi “memaksa” terjadinya pergeseran suatu media menyajikan berita, dari media cetak dan elektronik ke media online, hingga kini merambah ke linimasa.

Fenomena tersebut mau tak mau memaksa pelaku industri dan startup untuk terus berinovasi dan jeli melihat peluang pasar agar tidak sampai gulung tikar dan tetap berkembang.

Rabu, 09 November 2016

Lulusan ITB ini Raih Berbagai Penghargaan dari Jualan Beras


Terlahir di keluarga petani beras Garut, Andris Wijaya (37) sukses mencatatkan diri sebagai pengusaha muda di tanah air yang berhasil mengangkat citra beras garut hingga pasar mancanegara. Sepeninggal sang ayah, Almarhum H. Dedi Mulyadi yang sejak tahun 1974 memperkenalkan beras Garut, awalnya Andris sempat ragu ketika diminta sang ibu untuk pulang ke kampung halaman.

“Ketika diminta ibu pulang, saya sudah bekerja sebagai karyawan dengan gaji cukup lumayan. Tapi setelah saya pikir ada benarnya juga, karena sayang, ayah sudah membangun pabrik dengan susah payah, sementara setelah beliau meninggal dibiarkan vakum begitu saja,” kata Andris. Padahal ketika dipegang sang ayah, beras Garut sempat mengalami kejayaan dan bisa mengirimkan beras hingga 57 ton per hari ke Jakarta.

Tak ingin usaha keluarga itu berhenti begitu saja, sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, Andris pun membulatkan tekadnya untuk pulang ke kampung halaman dan meneruskan usaha penggilingan beras yang sudah dirintis sang ayah. Dengan latar belakang lulusan Diploma III Politeknik Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Energi, tentu tak mudah bagi Andris untuk banting stir menjadi penjual beras.

Selasa, 08 November 2016

Petualangan Hanum-Rangga Menjawab Tanya 'Apakah Muslim Penemu Amerika?'


Hanum dan Rangga baru saja menyelesaikan tugas dari Amerika dan hendak bertolak kembali ke Wina, Austria. Namun, nyatanya tugas kerja itu berbuah menjadi misi besar bagi keduanya. Bos Hanum menitipkan misi baru kepadanya: menelusuri jejak harta karun misterius para pelaut muslim Cina yang berlayar ke Amerika, jauh sebelum Columbus tiba sebagaimana tertulis dalam sejarah.

Ini misi yang sangat menarik dan tantangan baru bagi Hanum. Ia dan Rangga pun terbang dari New York ke San Fransisco untuk menyelesaikan misi tersebut. Tidak sendirian, Hanum mengajak sahabatnya Azima Hussein untuk terlibat karena Azima memiiki sumber terpercaya untuk menemukan bukti-bukti pelayaran muslim Cina ke benua Amerika tersebut.

Mesin Pencari Asli Indonesia, Bermisi Sosial Karya Mahasiswa UI


Berbagai macam permasalahan muncul dalam kehidupan kita sehari-hari. Beberapa dari kita bisa mengatasinya namun beberapa orang lain kesulitas untuk menyelesaikan masalahnya. Alasan kesulitan tersebut bermacam-macam bisa karena kemampuan tetapi juga karena hal klasik seperti kekurangan dana. Namun ternyata persoalan menghimpun dana berusaha dipecahkan oleh seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) lewat mesin pencari.

Pemuda itu bernama Azka Silmi yang telah mengamati bahwa kegiatan browsing atau melakukan pencarian adalah kegiatan yang sudah menjadi keseharian masyarakat utamanya masyarakat yang telah melek digital. Bahkan menurutnya itu telah menjadi gaya hidup.

"Kegiatan browsing sudah jadi keseharian. Bahkan bisa dibilang sudah jadi bagian dari gaya hidup. Terlebih di Indonesia sendiri," ujar Azka seperti dikutip dari CNN Indonesia.