Kamis, 02 April 2020

Ini Dia Cara Membuat Hand Sanitizer Sederhana untuk Cegah Virus Corona


Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan salah satu cara pencegahan penyebaran virus Corona adalah dengan membersihkan tangan secara teratur memakai cairan antiseptik pembersih tangan  (hand sanitizer) yang mengandung alkohol atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.  Namun setelah Presiden Joko Widodo mengabarkan  teridentifikasinya dua Warga Negara Indonesia yang terpapar virus Corona pada 2 Maret lalu, masyarakat kemudian memborong hand sanitizer. Hal ini menyebabkan harga cairan antiseptik ini meroket, dan stoknya habis di pasaran.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Penelitian Kimia membagikan langkah-langkah pembuatan hand sanitizer sederhana. “Ketika hand sanitizer menjadi semakin langka, masyarakat bisa membuatnya sendiri karena bahan-bahannya tersedia di toko-toko kimia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan khawatir,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono di Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (10/3). Dirinya mengingatkan pembatan hand sanitizer  tetap dalam pengawasan orang dewasa dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kamis, 26 Maret 2020

#DesaLawanCorona


Saatnya desa ambil peran dalam gerakan #BersamaLawanCorona #COVID19Indonesia. Optimalkan berbagai sumberdaya yang ada di desa untuk mendukung gerakan ini.

Mungkin muncul pertanyaan dari PemDes, "Terus apa yang bisa kami lakukan?"

Nih ada beberapa ALTERNATIF UPAYA yang bisa dilakukan!

  1. Bentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Siaga Covid -19 tingkat Desa
  2.  Bentuk WA Grup “Kabar Warga” ditingkat RT yang didalamnya ada anggota TRC Siaga Covid-19. 
  3. Sosialisasikan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Cuci Tangan Pakai Sabun melalui; (a) WA Grup, (b) Door to Door, (c) Pengeras suara Masjid, (d) Panflet/selebaran. 
  4. Sosialisasikan Cara Pencegahan Penularan Virus Covid-19 melalui; (a) WA Grup, (b) Door to Door, (c) Pengeras suara Masjid, (d) Panflet/selebaran. 
  5. Sosialisasikan Disinfeksi secara Mandiri melalui; (a) WA Grup, (b) Door to Door, (c) Pengeras suara Masjid, (d) Panflet/selebaran. 
  6. Fungsikan Siskamling Warga 
  7. Fungsikan Lumbung Pangan Warga dengan jimpitan beras/bahan makanan pokok lainnya. 
  8. Fungsikan peran Karang Taruna sebagai Relawan 
  9. Bangun sistem keamanan dan informasi warga yang efektif.

Rabu, 26 Februari 2020

Peran Perempuan dalam Mengurangi KDRT dan Kekerasan Terhadap Kaumnya


Sejak tahun 2010, YSKK bersama kader perempuan di Kabupaten Gunungkidul telah menginisiasi TIFA (Tim Informasi dan Advokasi) dan TAPA (Tim Advokasi Perempuan dan Anak) di 8 desa yang tersebar di 5 wilayah, yaitu: Kec. Karangmojo (Desa Ngawis dan Karangmojo), Kec. Ngawen (Desa Sambirejo dan Watusigar), Kec. Semin (Desa Semin dan Kalitekuk), Kec. Nglipar (Desa Natah), dan  Kec. Tanjungsari (Desa Kemiri). Inisiasi ini sebagai jawaban atas tingginya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Gunungkidul, utamanya di desa-desa dampingan YSKK tersebut.

Sampai saat ini (tahun 2020), berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh YSKK bersama Kedutaan Jepang (selaku donor program) pada tanggal 4-5 Februari 2020 lalu, dapat diindikasikan bahwa TIFA-TAPA tersebut mayoritas masih aktif. Salah satunya adalah TIFA di Desa Ngawis, Kec. Karangmojo yang menjadi salah satu kelompok yang mampu bertahan dalam memberikan layanan dan pendampingan kepada perempuan yang menjadi korban. Bahkan, TIFA Desa Ngawis juga dijadikan salah satu rujukan oleh instansi terkait (khususnya DP3AKBPMD Kab. Gunungkidul).

Selasa, 25 Februari 2020

Abdi Medsos


Masa depan media sosial (medsos) dengan segala efeknya belum jelas arahnya. Medsos telah terlalu kuat mengatur di berbagai sendi kehidupan kita. Tak sedikit pejabat lebih dekat jadi abdi medsos ketimbang abdi negara.


Beberapa tahun yang lalu banyak kalangan menyarankan agar pemerintah menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan publik. Kini, harapan itu mulai menampakkan hasil, sejumlah pejabat lebih responsif. Namun belakangan ada efek samping, tekanan-tekanan di medsos membuat pengambil kebijakan gamang dan cenderung merespons isu-isu di media yang belum tentu penting dibandingkan berfokus menangani masalah aktual. Satu dekade penggunaan media sosial di dunia kepemerintahan. Kini kritik mulai bermunculan.

Rentetannya menjadi panjang ketika media sosial (medsos) digunakan dalam politik dan kepemerintahan. Tak sedikit pejabat yang kemudian memilih sibuk di medsos karena, toh, atasannya juga sibuk di media ini. Mereka lebih tekun memantau medsos dan merencanakan aksi di dunia maya dibandingkan bekerja menangani masalah riil.

Siapa lagi yang peduli dengan panen padi dan stok pangan? Siapa pula peduli dengan masalah tuberkulosis? Siapa peduli dengan nasib bahasa daerah yang beberapa di antaranya nyaris punah?

Menurunkan Kasus Perselingkuhan dan KDRT dengan Adanya TIFA/TAPA/PPTPA


Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) bersama dengan kedutaan jepang melakukan kunjungan untuk monitoring program yang telah berjalan di 8 Desa di Gunungkidul. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu (4-5 Februari 2020). Delapan Desa yang dikunjungi antara lain Desa Karangmojo, Desa Semin, Desa Watusigar, Desa Natah, Desa Ngawis, Desa Kalitekuk, Desa Sambirejo dan Desa Kemiri.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memonitoring dampak dari proyek penguatan peran perempuan dalam politik pembangunan desa yang telah dilaksanakan pada 2015-2016. Hasil dari program ini adalah terbentuknya TIFA/TAPA/PPTA. TIFA (Tim Informasi dan Advokasi), TAPA (Tim Advokasi Perempuan dan Anak) dan PPTPA (Pos Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak) bertugas untuk melakukan pendampingan dan sosialisasi tentang permasalahan terkait pemberdayaan perempuan dan anak.

Selasa, 11 Februari 2020

Seleksi Nasional Young Leaders 2020



Telah tergabung 561 Pemimpin Muda YOULEAD yang berasal dari 81 kampus di Indonesia.

Kini YOULEAD hadir di 12 wilayah program. Medan, Padang, Palembang, Jakarta (Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung (Bandung, Jatinangor), Bogor, Semarang, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Malang.

YOULEAD (Prepare Young Leaders) adalah program kaderisasi pemimpin muda strategis berintegritas untuk mewujudkan Indonesia Berdaya.

YOULEAD merupakan program pengembangan kepemimpinan untuk membentuk pemimpin muda dengan profil Integritas yang kuat serta memiliki peran Strategis guna mewujudkan Indonesia Berdaya yang menjadi rujukan peradaban dunia.


Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya


Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.

Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi, tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.

Total empat bulan.

Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? Tidak!. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.