Dokumentasi Proyek SERP Pasigala, Sulteng (Maret-Oktober 2019)
Palu, MNEWS.co.id – Sebanyak 560 perempuan penyintas korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang berada di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, yang kehilangan sumber penghasilan, memperoleh dana stimulan berupa modal usaha dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) dengan dukungan dana ChilFund dan AKH Germany.
“Bantuan usaha yang kita berikan berupa modal usaha pribadi dan kelompok usaha. Kita juga bantu alat-alat produksi untuk kelompok usaha,” kata Iwan Setiyoko, Koordinator Proyek SERP-YSKK, setelah memberikan bantuan modal usaha dan alat usaha kepada perempuan penyintas dan kelompok usaha penyintas di hunian sementara (huntara) Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Selasa (24/9/19).
Iwan menjelaskan bahwa modal yang diberikan sejak Maret sampai akhir September sudah terkumpul sebesar Rp1,6 miliar. Bantuan itu antara lain berupa dana stimulan modal usaha kepada perempuan penyintas yang kehilangan sumber penghasilan yang tinggal di rumah senilai Rp2,25 juta, yang tinggal di huntara Rp2,75 juta dan kepada kelompok usaha Rp11 juta.






