Jumat, 26 Maret 2021

Perempuan Penyintas Korban Bencana Sulteng Diberi Modal Usaha

Dokumentasi Proyek SERP Pasigala, Sulteng (Maret-Oktober 2019)



Palu, MNEWS.co.id
– Sebanyak 560 perempuan penyintas korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang berada di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, yang kehilangan sumber penghasilan, memperoleh dana stimulan berupa modal usaha dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) dengan dukungan dana ChilFund dan AKH Germany.

“Bantuan usaha yang kita berikan berupa modal usaha pribadi dan kelompok usaha. Kita juga bantu alat-alat produksi untuk kelompok usaha,”
kata Iwan Setiyoko, Koordinator Proyek SERP-YSKK, setelah memberikan bantuan modal usaha dan alat usaha kepada perempuan penyintas dan kelompok usaha penyintas di hunian sementara (huntara) Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Selasa (24/9/19).

Iwan menjelaskan bahwa modal yang diberikan sejak Maret sampai akhir September sudah terkumpul sebesar Rp1,6 miliar. Bantuan itu antara lain berupa dana stimulan modal usaha kepada perempuan penyintas yang kehilangan sumber penghasilan yang tinggal di rumah senilai Rp2,25 juta, yang tinggal di huntara Rp2,75 juta dan kepada kelompok usaha Rp11 juta.

Kamis, 25 Maret 2021

Kerugian UMKM Akibat Bencana Sulteng Ditaksir Capai 83 Miliar

 Dokumentasi Proyek SERP Pasigala, Sulteng (Maret-Oktober 2019)

 


Akibat gempa, tsunami dan likuefaksi yang menerjang, Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala) pada 28 September 2018, sekitar 2.300 lebih usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terdampak, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 83 miliar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tengah, Eda Nur Ely, usai menyerahkan secara simbolis dana stimulan modal usaha untuk Perempuan Pengusaha Mikro kepada perwakilan kelompok UMKM di Huntara Dupa Indah, Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (4/7). Bantuan dana stimulan ini diinisiasi oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) bekerjasama dengan ChildFund, AKH Germany, dan LPBI-NU. 

Eda Nur Ely mengatakan, jenis usaha yang paling banyak terdampak bencana 28 September adalah kelompok usaha kafe. Namun, dengan adanya bantuan stimulan usaha yang diberikan ini akan sangat membantu percepatan pemulihan bagi UMKM tersebut.

YSKK Serahkan Stimulan Modal Usaha di Pasigala

Dokumentasi Proyek SERP Pasigala, Sulteng (Maret-Oktober 2019)

 


Palu, Metrosulawesi.id –
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat korban bencana. Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK)  menyerahkan bantuan dana stimulan modal usaha bagi perempuan penyintas di Palu, Sigi dan Donggala.

Kegiatan tersebut berlangsung di kompleks Hunian sementara (Huntara) Dupa Kelurahan Layana Indah Kecamatan Mantikulore Kota Palu, Kamis 4 Juli 2019.

Koordinator Proyek Sulawesi Early Recovery Phase (SERP) YSKK, Iwan Setiyoko mengungkapkan sejak dilakukan inisiasi proyek tahap pembangunan awal Sulawesi. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan maksimal dalam hal penyaluran dana stimulan modal usaha.

“Jadi, apa yang kami lakukan dari pertama, tahap mulai assement hingga sampai pada perekrutan, kemudian dibentuklah dua kelompok usaha, khusus di Huntara Dupa Layana Indah dengan jumlah anggota 87 orang,” ungkapnya.

Kamis, 18 Maret 2021

Perempuan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Butuh Solusi Pemasaran


Dampak pandemi terhadap sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang digerakkan perempuan ternyata lebih terasa. Sejumlah program bantuan dan penyelamatan usaha dilakukan, tetapi banyak yang dinilai tidak tepat sasaran. Salah satunya dibuktikan melalui riset Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) pada kelompok usaha kecil dampingan mereka di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Iwan Setiyoko, Direktur YSKK mengatakan, pangkal permasalahan ada pada data. Sejak lama, data menjadi celah yang membuat program pemerintah tidak tepat sasaran, dan pandemi memperparah dampak salah data tersebut. 

"Temuan kami di lapangan, permasalahan muncul karena data yang tidak sinkron, antara dari dinas dan data di lapangan, sehingga banyak dari teman-teman dampingan perempuan pelaku usaha tidak terdata di dinas terkait,” kata Iwan kepada VOA.

Karena data yang tidak sinkron, lanjut Iwan, program lanjutan seperti penguatan kapasitas menjadi tidak tepat sasaran. Banyak perempuan pelaku usaha yang benar-benar memiliki produk, justru tidak masuk dalam program itu.

Rabu, 03 Februari 2021

“Kelentingan” Perempuan Sektor Informal di Masa Pandemi


"Usaha saya sabun langis. Ia merupakan produk olahan minyak jelantah yang diolah menjadi sabun cuci ramah lingkungan. Selama ini saya jual dari mulut ke mulut saja. Kini, saya pasang melalui on line. Nggak kebayang sebelumnya sih. Dengan bantuan pedamping, produk saya ada di Tokopedia. Sekarang, saya mampu mengunggah produk, meningkatkan promosi sampai mengelola pesanan”, ungkap Yomi Windi Asni, warga Bantul, Yogyakarta. Ia menjadi bagian program kerjasama Tokopedia, Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK) melalui Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif.

Pengalaman senada, Monita, perempuan muda kab. Maros, Sulawesi Salatan, mengembangkan pembibitan jamur, sesuai keahliannya sebagai mahasiswa biologi. Pandemi ini mendorongnya untuk jeli membaca pasar dan mengembangkan produk. “Anak muda tertantang dengan kondisi pandemi. Pasar yang tidak normal menjadi tes nyata produk yang sedang dikembangkan. Begitu pasar menurun, saya cepat mengganti bisnis. Yang penting coba saja…”, ungkapnya pada penulis. Kini, anak muda berduyun-duyun menciptakan kerja. Hasil survei kewirausahaan -sebelum Cofid-19- dalam “The Asia Pasicif Entreprenership Insight survey 2019” oleh Herbalife menyebutkan tujuh dari sepuluh (71%) anak muda berkeinginan memiliki usaha. Monita reprentasi perempuan muda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang dimentor ASPPUK, melalui program “Empowering Youth For Works”, bekerjasama OXFAM.

Covid-19 menimpa kehidupan kita selama sembilan bulan. Kondisi ini memberi pelajaran penting bagi kehidupan perempuan pelaku usaha mikro atau dikenal sektor informal. Seringkali pandemi memaksa keadaan untuk berubah. Bila tidak, secepatnya akan tergilas. Itulah yang kini dialami perempuan pelaku sektor informal terhadap berbagai tantangan baik teknis dan kultural termasuk ketidakadilan gender. Secara umum, persoalan perempuan pelaku sektor informal berat. Bila sebelum pandemi, mereka menjalankan beban usaha dan tugas rumah tangga sekaligus, kini saat PSBB (pembatasan berskala besar) diberlakukan, bebannya bertambah. Karena di masyarakat patriarkhal, meski perempuan telah menjalankan aktifitas ekonomi, tugas domistik tak berkurang. Pasangan suami sulit berbagi tugas dengannya.

Selasa, 02 Februari 2021

PEMBINA(SA)AN KOPERASI


Ketika penulis lakukan survei kecil-kecilan kepada orang awam tentang koperasi, kebanyakkan dari mereka melihatnya koperasi itu identik dengan usaha skala kecil,  simpan pinjam, dan sebagai tempat penyaluran bantuan.

Kalau dilihat dari masalah cara pandang yang paling menonjol adalah koperasi diidentikkan dengan usaha kecil kecilan.  Bahkan cara pandang ini sudah merasuk ke pemimpin republik ini.

Ini dapat dilihat dari penamaan sebuah kementerian. Koperasi dikapling secara permanen sebagai obyek pembina(sa)an sebuah kementerian, yaitu Kementerian Koperasi Dan UKM. Sudah berjalan sejak lebih setengah abad silam.

Kementerian ini dari dulu kerjanya membuat proyekan. Bikin aktifitas yang tak berguna hingga habis ratus trilyunan.

Sementara,  pekerjaan penting untuk hapuskan peraturan yang menghambat perkembangan koperasi malah tidak dipedulikan.

UMKM Center Jateng, Sebagai Pusat Penguatan Daya Saing Koperasi & UMKM


UMKM Center merupakan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dibawah pengelolaan Dinas Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan daya saing Koperasi dan UMKM melalui penyediaan informasi bisnis, pendampingan usaha, fasilitas pembiayaan, pusat promosi, galeri pemasaran dan pengembangan jaringan usaha. Bertempat di Jalan Setiabudi 192 Srondol Wetan Banyumanik Semarang.

UMKM Center Jawa Tengah bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik bagi KUMKM dalam mengembangkan usahanya sebagai "PUSAT BELANJA SOUVENIR DAN MAKANAN KHAS JAWA TENGAH".

Adapun layanan yang diberikan oleh UMKM Center Jateng di antaranya:
  1. Pusat Informasi Usaha, menyediakan informasi yang diperlukan untuk memulai usaha (start up business), menjalankan usaha termasuk diantaranya teknologi tepat guna yang dipakai dalam mengembangkan usaha.
  2. Konsultasi Bisnis UMKM, didampingi oleh konsultan pendamping UMKM berkompeten yang akan membimbing dan mendampingi UMKM dari sisi manajemen dan teknis.
  3. Layanan Akses Pemasaran, bekerjasama dengan Kadin Indonesia dan pihak terkait yang menyediakan informasi pasar termasuk menjalin kemitraan dengan International Trade Promotion Center – ITPC yang ada di luar negeri.
  4. Business Matching dan Trading House, bekerjasama dengan perusahaan retail besar dalam bidang pemasaran dan membantu pembuatan kontrak dagang bagi KUMKM.