Kamis, 25 Maret 2021

Kerugian UMKM Akibat Bencana Sulteng Ditaksir Capai 83 Miliar

 Dokumentasi Proyek SERP Pasigala, Sulteng (Maret-Oktober 2019)

 


Akibat gempa, tsunami dan likuefaksi yang menerjang, Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala) pada 28 September 2018, sekitar 2.300 lebih usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terdampak, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 83 miliar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tengah, Eda Nur Ely, usai menyerahkan secara simbolis dana stimulan modal usaha untuk Perempuan Pengusaha Mikro kepada perwakilan kelompok UMKM di Huntara Dupa Indah, Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (4/7). Bantuan dana stimulan ini diinisiasi oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) bekerjasama dengan ChildFund, AKH Germany, dan LPBI-NU. 

Eda Nur Ely mengatakan, jenis usaha yang paling banyak terdampak bencana 28 September adalah kelompok usaha kafe. Namun, dengan adanya bantuan stimulan usaha yang diberikan ini akan sangat membantu percepatan pemulihan bagi UMKM tersebut.

Ia mengakui, Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng sendiri telah melakukan berbagai macam pelatihan, baik manajemen maupun pelatihan keterampilan. Misalnya, pelatihan di bidang perbengkelan, pelatihan manajemen pengolahan makanan dan lainnya. 

Melalui pelatihan-pelatihan tersebut menurut Eda, geliat perekonomian bagi daerah terdampak sudah mulai bangkit dan berangsur-angsur membaik. 

"Adanya bantuan stimulan ini akan dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev)," katanya. 

Project Coordinator of Livelihood - SERP Project, Iwan Setiyoko, mengatakan, target yang ingin dicapai melalui program ini adalah mengembalikan mata pencaharian bagi 555 perempuan melalui pengembangan dan penguatan kapasitas usaha mikro yang mereka lakukan. Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan dan peluang pendapatan bagi diri dan keluarga mereka. 

Saat ini, 555 perempuan tersebut tergabung dalam 20 kelompok perempuan pengusaha mikro yang tersebar di sembilan desa/kelurahan.  

"Total dana yang akan didistribusikan untuk seluruh sasaran program ini sebesar 1,43 Miliar," katanya. 

Dia mengatakan, khusus Kota Palu, Kelurahan Layana Indah memperoleh dana stimulan modal usaha Rp 239.250 juta dengan jumlah sasaran 87 orang. 

"Mereka juga sudah didampingi untuk menyusun rencana usaha (business plan) sebagai panduan dalam pengelolaan usaha yang akan dijalankan ke depannya," ujarnya. 

Selain Kelurahan Layana Indah mendapat dana stimulan, Kelurahan Petobo memperoleh dana stimulan Rp 74.250 juta dengan jumlah sasaran 27 orang, Kelurahan Panau memperoleh dana stimulan Rp 144 juta dengan jumlah sasaran, 64 orang. 

Kemudian di Kabupaten Sigi, masing-masing dianggarkan untuk Desa Sibalaya Barat sebesar Rp 117 juta dengan jumlah sasaran 52 orang, Desa Sambo Rp 137.250 juta untuk diberikan kepada 61 orang, Desa Lolu Rp 143 juta yang diploting bagi 52 orang penerima. 

Selanjutnya di Kabupaten Donggala, masing-masing dianggarkan untuk Desa Lende Tovea sebesar Rp 238.5 juta untuk 102 orang, Desa Tompe sebesar Rp 155 juta untuk 60 orang, Desa Limboro sebanyak Rp 112.500 juta untuk 50 orang. 

Salah seorang warga penerima, Martalinda (48) mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya bantuan stimulan usaha ini. 

"Ada lagi buat tambah-tambah modal," ujarnya. 

Martalinda sendiri saat ini membuka usaha jual makanan serta minuman. Sebelumnya dia berjualan ice cream dan pulsa. 

 

Sumber: Kumparan.com

Silahkan baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar