Diskusi Pendidikan MPPS Membedah Merdeka Belajar
"Merdeka Belajar bersifat holistik, mentransformasikan
demi terwujudnya SDM unggul Indonesia yang memiliki profil pelajar
Pancasila yang terdiri dari enam unsur : Beriman, bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak Mulia, mandiri, bernalar kritis,
Berkebhinnekaan Global, Gotong Royong dan Kreatif, dimana esensinya Merdeka
Belajar semua berpusat kepada anak dan membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran secara optimal." Iwan Setiyoko
***
Ada nuansa yang tidak biasa pada diskusi yang digelar oleh Masyarakat
Peduli Pendidikan Surakarta (MPPS) yang berlangsung secara luring di
Ruang Anawim, Yayasan YAPHI, pada Rabu (27/6) sebab Iwan Setiyoko,
Direktur Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) yang menjadi narasumber
mengajak secara aktif dan partisipatif para peserta diskusi menjawab
berbagai pertanyaan terlebih dahulu sebelum diskusi membahas tema pokok
yakni tentang Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar.
Beberapa catatan didapat dari para peserta terkait apa itu Merdeka
Belajar. Ada yang menjawab bahwa Merdeka Belajar adalah kurikulum yang
berpusat pada anak, sekolah gratis (dibayar pemerintah), bebas
bertanggung jawab, pembelajaraan sesuai dengan yang diminta, situasi
belajar yang menyenangkan, tidak mengekang, memberikan kemerdekaan
kepada siswa untuk belajar, guru bisa mencari potensi masing-masing
siswa, guru menjadi fasilitator untuk murid belajar, pola pikir guru
perlu diubah, lingkungan belajar yang inklusif, mengakomodir
kebutuhan setiap murid, pola pikir dan proses pembelajaran yang
instan dan Multiple Intelegence Sistem (MIS), serta pembelajaran guru harus menyesuaikan potensi masing-masing anak.